PENENTUAN STRATEGI BAURAN PEMASARAN ORIENTASI EKSPOR PADA UKM PANDANARAN CERAMICS DENGAN METODE CASE BASED REASONING (CBR)

DANANG, SUSILO (2010) PENENTUAN STRATEGI BAURAN PEMASARAN ORIENTASI EKSPOR PADA UKM PANDANARAN CERAMICS DENGAN METODE CASE BASED REASONING (CBR). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (3719Kb)

    Abstract

    Kenaikan harga minyak mentah dunia mendorong pemerintah Indonesia mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 23 Mei 2008. Kenaikan harga ini sangat mempengaruhi kondisi usaha kecil dan menengah (UKM). Survei terhadap pelaku UKM di DI Yogyakarta menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM menyebabkan 18.734 pelaku usaha di daerah ini semakin terpuruk, bahkan kreditnya terancam macet. Berdasarkan pengakuan UKM, sebanyak 73% dari total responden mengatakan usaha mereka terpengaruh oleh kenaikan BBM. Survei ini sejalan dengan survei BPS yang menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM berpengaruh terhadap kenaikan biaya produksi usaha mikro sebesar 34%, usaha kecil 24,6%, dan usaha menengah 129,6% (Kuncoro, 2009). Sementara itu, pada akhir tahun 2008 terjadi krisis keuangan global yang dipicu oleh krisis subprime mortgage di Amerika Serikat. Kondisi ini memberikan dampak negatif terhadap kondisi ekonomi dan prospeknya di berbagai negara termasuk Indonesia. Pada triwulan I-2009, pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya mencapai 4,6%, sedangkan prospek ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2009 diperkirakan hanya tumbuh pada kisaran 3-3,5%, hal ini terjadi terutama karena anjloknya external demand. Penurunan aktivitas ekonomi saat ini terjadi di hampir seluruh sektor ekonomi dan berbagai skala usaha termasuk UKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia (Bank Indonesia, 2009). Penurunan juga terjadi pada nilai ekspor produk kerajinan dan dekoratif. Sebagai contoh, nilai ekspor rata-rata perbulan untuk produk kerajinan gerabah pada tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 31% jika dibandingkan nilai ekspor rata-rata perbulan pada tahun 2005 (Badan Pusat Statistik, 2010). Pandanaran Ceramics merupakan salah satu UKM penghasil kerajinan gerabah di kawasan Bayat, Klaten. Pandanaran Ceramics berdiri sejak tahun 1992 dengan konsentrasi pemasaran untuk memenuhi kebutuhan gerabah dalam negeri. Sejak tahun 2002 Pandanaran Ceramics mulai merambah ke pasar luar negeri dengan masuknya pesanan dari Belanda. Dalam perkembangannya, Pandanaran Ceramics juga mulai rutin berproduksi untuk melayani pesanan dari Australia dan Amerika. Pandanaran Ceramics kemudian memutuskan untuk meninggalkan pasar lokal dan hanya berproduksi untuk melayani permintaan dari luar negeri. Pada tahun 2009, omset rata-rata perbulan Pandanaran Ceramics mengalami penurunan sebesar 67% dari nilai omset rata-rata perbulan pada tahun 2005. Hal ini diperkirakan terjadi karena pengaruh kenaikan harga minyak dunia yang menyebabkan daya beli konsumen menurun. Keadaan diperparah dengan terjadinya krisis ekonomi global yang melanda sebagian besar negara maju di dunia. Beberapa negara yang merupakan pelanggan dari Pandanaran Ceramics juga terkena dampak dari krisis global ini. Akibatnya, pesanan gerabah ke Pandanaran Ceramics mengalami penurunan. Pada tahun 2005 dalam setiap bulan rata-rata Pandanaran Ceramics mengirimkan dua kontainer gerabah untuk di ekspor. Pada tahun 2009, permintaan turun hingga pengiriman gerabah hanya satu kontainer dalam satu setengah bulan. Penurunan jumlah produksi ini juga berkibat pada penurunan jumlah karyawan yang aktif. Pada tahun 2005, saat kondisi permintaan mencapai puncaknya jumlah karyawan aktif mencapai 150 orang. Sekarang saat permintaan turun jumlah karyawan aktif menjadi 25 orang dengan panambahan jam kerja sampai malam hari. Hal ini tentu saja ikut merugikan karyawan yang umumnya merupakan warga sekitar. Selama ini strategi bauran pemasaran yang diterapkan Pandanaran Ceramics dirancang berdasarkan pertimbangan terhadap satu pelanggan utamanya saja. Spesifikasi produk, harga, promosi, dan distribusinya mengacu pada standar yang ditetapkan oleh pelanggan tersebut. Oleh karena itu, ketika pelanggan tersebut mengalami kesulitan ekonomi dan mengurangi pembelian maka dampaknya sangat terasa pada Pandanaran Ceramics. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penentuan strategi bauran pemasaran untuk meningkatkan kemampuan pemasaran ekspor Pandanaran Ceramics. Model yang digunakan untuk menentukan strategi bauran pemasaran adalah Case Based Reasoning (CBR). Model CBR menyelesaikan suatu masalah dengan berkaca pada situasi yang serupa dan menggunakan kembali informasi dan pengetahuan saat menghadapi situasi tersebut (Aamodt dan Plaza, 1994). Model CBR dapat mengadopsi penyelesaian dari masalah yang sama yang dialami oleh perusahaan lain yang telah berhasil melewati masalah yang sama (Leake dan Sooriamurthy, 2002). Model CBR banyak diterapkan karena konsepnya sederhana, sesuai dengan analogi pembelajaran manusia dan efektif untuk berbagai kasus.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 12 Jul 2013 03:19
    Last Modified: 12 Jul 2013 03:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2444

    Actions (login required)

    View Item