AKULTURASI BUDAYA JAWA DENGAN BUDAYA ISLAM TERHADAP PERILAKU ANGGOTA PAGUYUBAN GUWA MARIA

WIBOWO, YUSUP (2016) AKULTURASI BUDAYA JAWA DENGAN BUDAYA ISLAM TERHADAP PERILAKU ANGGOTA PAGUYUBAN GUWA MARIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (108Kb) | Preview

    Abstract

    Akulturasi Budaya Jawa dengan Budaya Islam terhadap perilaku Anggota Paguyuban Guwa Maria (Studi Deskriptif Kualitatif pada Paguyuban Guwa Maria Sor Sukun di Kelurahan Serengan Surakarta Hadiningrat). Skripsi, Surakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2016. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode kualitatif yang membahas mengenai akulturasi antar budaya Jawa dengan agama Islam di paguyuban guwa maria Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan,Kota Surakarta. Penulis mengangkat bentuk-bentuk dampak akulturasi antara budaya Jawa dan agama Islam. Perkembangan pengaruh Islam di daerah kerajaan khususna kota Surakarka relatif menggunakan sarana adat yang telah dipelihara masyarakat secara turun-temurun. Bentuk-bentuk sarana adat yang terakulturasi oleh Islam yang masih dipelihara oleh masyarakat khususnya anggota paguyuban guwa maria yang pertama adalah akulturasi agama Islam terhadap pergeseran nilai religi budaya Jawa di paguyuban guwa maria. Berdasarkan hal yang mempengaruhi pergeseran nilai religi, dampak-dampak yang dihasilkan dari akulturasi agama Islam dan budaya Jawa yakni munculnya kebudayaan yang tidak ada di ajaran Islam namun muncul di masyarakat Jawa khususnya didalam paguyuban guwa maria, kebudayaan tersebut seperti kegiatan sekaten, grebeg maulud, dan ruwat, kemuadian yang kedua adalah akulturasi budaya Islam terhadap pergeseran nilai tradisi Jawa di paguyuban guwa maria. Akulturasi yang terlihat dalam hal pergeseran nilai tradisi budaya Jawa yang terpengaruh agama Islam yakni, pernikahan, kelahiran, dan kematian. Hasil dari akulturasi ini berdampak pada individu khususnya anggota paguyuban guwa maria, dampak yang ditemukan adalah senkretisme. Islam di dalam paguyuban guwa maria sebenarnya merupakan Islam yang telah menyatu dalam diri unsur-unsur lokal atau Jawa dan pra-islam, atau Islam yang sinkretis. Terlepas dari itu semua dapat di ketahui bahwa setiap anggota paguyuban guwa maria ingin menjaga dan melestarikan budaya mereka dengan tetap memengang agama mereka, mereka tidak ingin menjadi wong jowo ilang jawane tetapi mereka ingin menjadi wong jowo seng njawani. Kata Kunci: akulturasi budaya, Jawa dan Islam, Guwa Maria

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: satria mahendra
    Date Deposited: 10 Apr 2016 17:06
    Last Modified: 10 Apr 2016 17:06
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24405

    Actions (login required)

    View Item