KOMPARASI USAHATANI TUMPANGSARI PEPAYA DENGAN PADI GOGO DAN PEPAYA DENGAN CABAI RAWIT DI DESA KARANGNONGKO KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI

Widhyanto, Wawan (2016) KOMPARASI USAHATANI TUMPANGSARI PEPAYA DENGAN PADI GOGO DAN PEPAYA DENGAN CABAI RAWIT DI DESA KARANGNONGKO KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (180Kb) | Preview

    Abstract

    Wawan Widhyanto. H0811093. 2016. “Komparasi Usahatani Tumpangsari Pepaya Dengan Padi Gogo Dan Pepaya Dengan Cabai Rawit Di Desa Karangnongko Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali”. Dibimbing oleh Ir. Sutarto, M.Si dan Susi Wuri Ani, SP., MP. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia merupakan negara tropis yang menghasilkan berbagai jenis buah-buahan, salah satunya adalah pepaya. Buah pepaya merupakan buah yang familiar di masyarakat Indonesia. Buah yang banyak manfaatnya ini cukup digemari oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan efisiensi dari usahatani pepaya dengan sistem tumpangsari di Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif analitis. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan pencatatan. Lokasi penelitian yaitu Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan adalah data primer yang berasal dari wawancara dengan responden dan data sekunder yang berasal dari arsip instansi terkait. Analisis data yang digunakan adalah (1) Analisis Usahatani untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan efisiensi usahatani dan (2) Uji komparatif untuk mengetahui beda nyata antara pendapatan dua sistem usahatani tumpangsari. Hasil penelitian menunjukan besarnya Total biaya pada usahatani tumpangsari pepaya dengan padi gogo sebesar Rp. 15. 903. 600,03/Ha/Th dengan Total penerimaan sebesar Rp. 95.112.355,65/Ha/Th sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp. 79.208.755,62/Ha/Th dengan efisiensi usahatani sebesar 5,98. Sedangkan pada usahatani tumpangsari pepaya dengan cabai rawit membutuhkan Total biaya sebesar Rp. 20.133.689,24/Ha/Th dengan total penerimaan sebesar Rp. 116.270.084,80/Ha/Th diperoleh besarnya pendapatan petani Rp. 96.136.395,56/Ha/Th nilai efisiensi usahatani sebesar 5,77. Hasil uji komparasi pendapatan menunjukan nilai t hitung sebesar 4,259 dengan t tabel sebesar 2,005, berarti bahwa pendapatan dalam usahatani tumpangsari pepaya dengan cabai rawit lebih besar apabila dibanding dengan pendapatan pada usahatani tumpangsari pepaya dengan padi gogo. Hasil uji komparasi efisiensi menunjukan nilai t hitung sebesar -0,342 dengan t tabel sebesar 2,005, berarti bahwa pada kedua sistem usahatani tumpangsari pepaya dengan cabai rawit atau dengan padi gogo memiliki efisiensi yang tidak berbeda. Saran yang dapat diberikan adalah bagi petani yang akan melakukan usahatani pepaya, dianjurkan menggunakan sistem tumpangsari dengan cabai rawit agar mendapatkan penghasilan yang lebih. Petani dianjurkan untuk menyemai benih cabai rawit sendiri agar menghemat biaya pembelian bibit cabai rawit.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: satria mahendra
    Date Deposited: 10 Apr 2016 15:48
    Last Modified: 10 Apr 2016 15:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24393

    Actions (login required)

    View Item