EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI REFINED IOTA CARRAGEENAN DARI RUMPUT LAUT MERAH (Eucheuma denticulatum) UNTUK PEMBUATAN EDIBLE FILM DENGAN VARIASI KONSENTRASI KALSIUM KLORIDA DAN PLASTICIZER

Pratiwi, Trias Ida (2016) EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI REFINED IOTA CARRAGEENAN DARI RUMPUT LAUT MERAH (Eucheuma denticulatum) UNTUK PEMBUATAN EDIBLE FILM DENGAN VARIASI KONSENTRASI KALSIUM KLORIDA DAN PLASTICIZER. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (551Kb) | Preview

    Abstract

    Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia kaya akan sumber daya pesisir, salah satunya adalah rumput laut yang setiap tahunnya mengalami peningkatan produksi. Penanganan pasca panen rumput laut belum diimbangi dengan sentuhan teknologi yang memadai karena Indonesia masih menjual sebagian besar rumput laut dalam bentuk kering. Karaginan merupakan getah dari rumput laut merah yang sangat diminati di berbagai industri baik pangan maupun non-pangan. Rumput laut merah E. denticulatum merupakan sumber penghasil iota karaginan. Proses ekstraksi iota karaginan belum banyak dilakukan seperti halnya kappa karaginan. Kalium klorida (KCl) dapat digunakan untuk ekstraksi iota karaginan karena mampu berinteraksi membentuk gel. Upaya pemanfaatan karaginan yang berkembang saat ini adalah sebagai edible film pada produk pangan. Edible film yang dibuat dari iota karaginan mempunyai sifat mekanik dan penghambatan uap air yang rendah. Upaya untuk meningkatkan sifat mekaniknya adalah dengan menambahkan kalsium klorida (CaCl2) dan plasticizer (gliserol dan sorbitol). Tujuan penelitian ini adalah untuk: a) mengetahui pengaruh variasi konsentrasi KCl terhadap karakteristik fisik dan kimia refined iota karaginan (RC iota), b) mengetahui pengaruh variasi konsentrasi RC iota serta konsentrasi CaCl2 terhadap karakterisik mekanik dan penghambatan (barrier) terhadap laju transmisi uap air pada edible film, c) mengetahui pengaruh variasi konsentrasi masing-masing plasticizer gliserol dan sorbitol terhadap karakterisik mekanik dan penghambatan laju transmisi uap air pada edible film RC iota. Penelitian ini terdiri dua tahapan, pertama yaitu ekstraksi dan karakterisasi RC iota dengan variasi konsentrasi KCl (1,5; 2,5, dan 3,5% (b/v)). Tahap kedua yaitu pembuatan edible film RC iota terbaik dari tahap pertama yang dibagi dalam 2 tahap. Pertama, yaitu formulasi dan karakterisasi edible film dari RC iota terbaik dengan variasi konsentrasi RC iota 1,5%, 2,5%, dan 3,5% (b/v), serta variasi konsentrasi CaCl2 sebanyak 0,25%; 0,5%; dan 0,75% (b/v). Kedua, yaitu formulasi dan karakterisasi edible film terbaik dari tahap sebelumnya dengan variasi penambahan konsentrasi plasticizer gliserol dan sorbitol (secara terpisah) sebanyak 0,5; 1,0; dan 1,5% (v/v). Konsentrasi KCl yang berbeda berpengaruh terhadap karakteristik RC iota. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa karakteristik RC iota terbaik adalah dari perlakuan ekstraksi menggunakan KCl 2,5% dengan rendemen 32,95%, kadar air 3,00%, kadar abu 73,91%, kadar abu tak larut asam 1,48%, kadar sulfat 6,68%, viskositas 4,85 cP, kekuatan gel 8,20 g/mm2, derajat putih 79,56%, serta memiliki gugus fungsional yang terkonfirmasi dengan FTIR. Variasi konsentrasi RC iota dan CaCl2 juga berpengaruh terhadap sifat mekanik dan penghambatan laju transmisi uap air edible film. Semakin banyak karaginan yang digunakan meningkatkan ketebalan dan kuat tarik, serta menurunkan WVTR, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai pemanjangan yang dihasilkan. Penambahan CaCl2 menyebabkan kenaikan ketebalan, WVTR, dan pemanjangan, namun menurunkan nilai kuat tarik. Konsentrasi RC iota 3,5% dan CaCl2 0,25% merupakan formula terpilih untuk dijadikan edible film dengan variasi konsentrasi gliserol dan sorbitol. Penambahan plasticizer dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh terhadap karakteristik mekanik dan penghambatan transmisi uap air edible film. Konsentrasi gliserol 0,5% memberikan karakteristik yang lebih baik dibandingkan konsentrasi yang lain, memiliki ketebalan 0,185 mm, WVTR 17,99 g/jam.m2, kuat tarik 0,85 MPa, dan pemanjangan 60,03%. Konsentrasi sorbitol 1% memberikan karakteristik yang lebih baik dibandingkan konsentrasi yang lain, memiliki ketebalan 0,178 mm, WVTR 17,21 g/jam.m2, kuat tarik 1,20 MPa, dan pemanjangan 48,10%. Kata kunci: CaCl2, E. denticulatum, edible film, gliserol, KCl, refined iota carrageenan, sorbitol.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan
    Depositing User: satria mahendra
    Date Deposited: 10 Apr 2016 15:01
    Last Modified: 10 Apr 2016 15:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24385

    Actions (login required)

    View Item