HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL BUDAYA, STATUS KESEHATAN DAN KUALITAS LAYANAN DENGAN KETERATURAN PEMANFAATAN LAYANAN INFERTILITAS OLEH PEREMPUAN INFERTIL

Rohmah, Fayakun Nur (2016) HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL BUDAYA, STATUS KESEHATAN DAN KUALITAS LAYANAN DENGAN KETERATURAN PEMANFAATAN LAYANAN INFERTILITAS OLEH PEREMPUAN INFERTIL. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (87Kb) | Preview

    Abstract

    HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL BUDAYA, STATUS KESEHATAN DAN KUALITAS LAYANAN DENGAN KETERATURAN PEMANFAATAN LAYANAN INFERTILITAS OLEH PEREMPUAN INFERTIL Fayakun Nur Rohmah, Uki Retno Budihastuti, RB Soemanto ABSTRAK Latar Belakang: Infertilitas tidak saja merupakan masalah ginekologi, tetapi menjadi masalah kualitas hidup pasangan. Hanya 45% perempuan infertil yang memanfaatkan dan menerima perawatan medis layanan infertil. Tingginya keberalihan antar pemberi layanan mempengaruhi keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara faktor sosial budaya, status kesehatan dan kualitas layanan terhadap keteraturan pemanfaatan layanan infertil. Subjek dan Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan waktu crooss sectional. Populasi penelitian ini adalah semua perempuan yang berkonsultasi atau memeriksakan diri terkait dengan masalah infertil. Sampel penelitian sebanyak 63 responden, diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner tertutup. Analisis data bivariat menggunakan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Hasil Regresi logistik menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara statistik antara variabel dukungan keluarga (OR=13.17; CI 95% = 2.334~74.276; p= 0.003), sikap terhadap stigma masyarakat (OR=5.70; CI 95% = 1.200~27.092; p= 0.029), pengetahuan (OR= 8.54; CI 95% = 1.056~69.067;p=0.044) dan status kesehatan (OR=0.12; I 95% = 0.19~0.738; p= 0.022). Variabel inisiatif pengobatan tidak signifikan berhubungan secara statistik (OR=0.71; CI 95%=0.165~3.059; p=0.645), pengambilan keputusan (OR=3.82; CI 95%=0.222~65.699; p=0.356), dan kualitas layanan (OR=0.30; CI 95%=0.248~6.768; p=0.760) dengan keteraturan pemanfaatan layanan. Kesimpulan: Dukungan keluarga yang kuat, sikap positif terhadap stigma di masyarakat, pengetahuan yang tinggi tentang layanan infertil dan kesadaran akan status kesehatan yang kurang baik serta persepsi yang baik terhadap kualitas layanan akan meningkatkan keteraturan perempuan infertil dalam pemanfaatan layanan infertil. Perempuan yang tergantung pada pengambilan keputusan oleh suami serta penggunaan layanan tradisional cenderung tidak teratur memanfaatkan layanan. Kata kunci : Infertilitas, sosial budaya, status kesehatan, kualitas layanan, pemanfaatan layanan

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 09 Apr 2016 20:07
    Last Modified: 09 Apr 2016 20:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24348

    Actions (login required)

    View Item