PENGARUH ZINC PADA KADAR NETROFIL SPUTUM DAN LAMA RAWAT INAP PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI

Giri Rahadar, Mujang (2016) PENGARUH ZINC PADA KADAR NETROFIL SPUTUM DAN LAMA RAWAT INAP PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (64Kb) | Preview

    Abstract

    Mujang Giri Rahadar. S501102042. 2015. Pengaruh zinc pada kadar netrofil sputum dan lama rawat inap penderita penyakit paru obstruktif kronik eksaserbasi. Tesis. Supervisor I: Prof. Dr. Suradi, dr., Sp.P(K),MARS, II: Dr. Budiyanti W, dr., Sp.GK, M.Kes. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga minat utama ilmu biomedik, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. PENGARUH ZINC PADA KADAR NETROFIL SPUTUM DAN LAMA RAWAT INAP PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI Mujang Giri Rahadar, dr, Prof. Dr. Suradi, dr. SpP(K).MARS, Dr. Budiyanti W, dr., Sp.GK, M.Kes Magister kedokteran Keluarga Program Pasca Sarjana UNS Email : dr.emgeer@gmail.com ABSTRAK Pendahuluan: Eksaserbasi pada PPOK merupakan suatu keadaan dimana inflamasi kronis yang terjadi menjadi lebih berat dibanding kondisi pada PPOK stabil. Eksaserbasi pada PPOK ditandai dengan ditemukannya peningkatan sel inflamasi netrofil pada sputum. Netrofil sputum pada PPOK bisa menjadi marker dan pemikiran untuk ditemukannya target baru pada penatalaksanaan PPOK, yaitu dengan cara menurunkan netrofil sputum sehingga elastase dapat dikurangi dan diharapkan akan mengurangi progresifitas pada PPOK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian zinc sebagai antiinflamasi, pengaruh pemberian zinc pada kadar netrofil sputum dan menganalisis pengaruh pemberian zinc pada lama rawat inap penderita PPOK eksaserbasi.. Metode: Penelitian ini merupakan uji klinis dengan desain quasi experimental studies. Subjek penelitian adalah pasien PPOK eksaserbasi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan Rumah sakit paru Ariowirawan Salatiga. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok pertama adalah kelompok perlakuan/zinc (n=15) yang mendapatkan zinc 1x20mg perhari selama rawat inap sebagai tambahan terapi standar dan kelompok kedua adalah kelompok kontrol (n=15) yang hanya mendapatkan terapi standar. Pemeriksaan kadar netrofil sputum dilakukan saat pertama didiagnosis dengan PPOK eksaserbasi dan setelah kriteria pemulangan pasien terpenuhi. Lama rawat inap dihitung dari awal terdiagnosis PPOK eksaserbasi sampai kriteria pulang terpenuhi. Hasil: Penurunan kadar netrofil sputum (p=0,000*) kelompok perlakuan didapatkan hasil yang signifikan. Penurunan kadar netrofil sputum (p=0,002*) kelompok kontrol didapatkan hasil yang signifikan. Penurunan kadar netrofil sputum (p=0,101) dan lama rawat inap (0,607) kelompok perlakuan terhadap kelompok kontrol didapatkan hasil yang tidak signifikan. Kesimpulan: Zinc berpengaruh menurunkan kadar netrofil sputum penderita dan berpengaruh menurunkan lama rawat inap penderita penderita PPOK eksaserbasi. Kata kunci: Zinc, netrofil sputum, lama rawat inap, PPOK eksaserbasi.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: eky putri
    Date Deposited: 09 Apr 2016 20:07
    Last Modified: 09 Apr 2016 20:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24345

    Actions (login required)

    View Item