PERBANDINGAN TINGKAT RISIKO BANJIR ANTARA KAWASAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN PADA ASPEK TATA GUNA LAHAN (Kasus: Sub DAS Bengawan Solo Hulu)

MAWADDATI, MAIDA SINTA (2016) PERBANDINGAN TINGKAT RISIKO BANJIR ANTARA KAWASAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN PADA ASPEK TATA GUNA LAHAN (Kasus: Sub DAS Bengawan Solo Hulu). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (435Kb) | Preview

    Abstract

    Beberapa tahun belakangan bencana banjir yang melanda berbagai wilayah di Indonesia menjadi sorotan masalah yang penting untuk segera diselesaikan. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo menjadi salah satu wilayah sungai yang melintasi kawasan yang sangat luas dengan riwayat banjir yang cukup tinggi di wilayah sekitarnya. Sub DAS Bengawan Solo Hulu menjadi salah satu bagian dari DAS Bengawan Solo dimana memiliki sisi menarik bahwa di wilayah hulu sungai pun justru sudah terjadi banjir dengan frekuensi yang cukup tinggi baik di kawasan perkotaan maupun di kawasan perdesaannya. Kedua jenis wilayah tersebut memiliki karakteristik tata guna lahan yang berbeda satu sama lain. Risiko bencana banjir yang dimiliki wilayah tersebut juga akan berbeda karena komponen penyusun risiko banjir yaitu kerentanan dan kapasitas yang dimiliki tiap wilayah juga akan menjadi berbeda. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perbedaan tingkat risiko bencana banjir pada aspek tata guna lahan antara kawasan perkotaan dengan perdesaan. Ruang lingkupnya adalah wilayah di Sub (DAS) Bengawan Solo Hulu yang memiliki risiko bencana banjir tertinggi berdasarkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) tahun 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deduktif-komparatif. Penelitian ini akan membandingkan data-data yang dibedakan antara karakteristik tata guna lahan kawasan perkotaan dengan perdesaan yang diperoleh berdasarkan rancangan penelitian. Adapun variabel yang digunakan adalah variabel ancaman yang ditinjau dari topografi, karakteristik DAS, curah hujan, frekuensi, durasi, luas dan tinggi banjir; variabel kerentanan yang ditinjau dari tingkat kepadatan bangunan, keberadaan bangunan di bantaran sungai, persebaran sarana kritis, dan presentase lahan terbangun; dan variabel kapasitas yang ditinjau dari adanya infrastruktur pengendali banjir dan sistem evakuasi bencana banjir. Pada akhirnya, berdasarkan analisis-analisis yang telah dilakukan secara keseluruhan dalam penelitian di Sub DAS Bengawan Solo Hulu ini dapat disimpulkan bahwa perbandingan tingkat risiko banjir antara kawasan perkotaan adalah lebih tinggi daripada kawasan perdesaan sesuai dengan komponen-komponen penyusunnya. Kata Kunci: Tingkat Risiko Banjir, Kawasan Perkotaan dan Perdesaan, Tata Guna Lahan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TH Building construction
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Perencanaan Wilayah dan Tata Kota
    Depositing User: Afifah Nur Laili
    Date Deposited: 09 Apr 2016 19:44
    Last Modified: 09 Apr 2016 19:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24343

    Actions (login required)

    View Item