SKRINING EFEKTIVITAS EKSTRAK: SAMBILOTO (Andrographis paniculata), SERAI (Cymbopogon citrates), dan MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) SEBAGAI ANTIVIRUS DENGUE SECARA IN VITRO

Luthfiani, Sarah (2016) SKRINING EFEKTIVITAS EKSTRAK: SAMBILOTO (Andrographis paniculata), SERAI (Cymbopogon citrates), dan MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) SEBAGAI ANTIVIRUS DENGUE SECARA IN VITRO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (72Kb) | Preview

    Abstract

    Sarah Luthfiani, G0012205, 2015. Skrining Efektivitas Ekstrak : Sambiloto (Andrographis paniculata), Serai (Cymbopogon citrates) dan Meniran (Phyllanthus niruri L.) sebagai Antivirus Dengue secara In Vitro. Latar belakang: Infeksi virus Dengue adalah salah satu penyakit infeksi emergensi di dunia. Angka kesakitan dan angka kematian DBD di Dunia terutama Indonesia masih tinggi karena belum ada terapi spesifik untuk DBD. Prinsip utama terapi DBD saat ini adalah terapi suportif, yaitu pemberian cairan pengganti. Indonesia memiliki beragam tanaman obat yang berpotensi sebagai antivirus Dengue, yaitu sambiloto (Andrographis paniculata), serai (Cymbopogon citrates) dan meniran (Phyllanthus niruri L.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata), serai (Cymbopogon citrates) dan meniran (Phyllanthus niruri L.) sebagai antivirus Dengue secara in vitro. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan subjek penelitian adalah virus Dengue serotipe 2 strain New Guinea C (DENV2 NGC) yang diinfeksikan ke dalam cell line HuH-7. Penelitian dibagi dalam 2 uji. Pertama, uji daya hambat ekstrak terhadap DENV2 yang dinilai melalui persentase infektivitas dengan metode Focus Forming Unit assay. Kedua, uji toksisitas ekstrak terhadap sel HuH-7 yang dinilai melalui persentase viabilitas dengan metode MTT assay. Ekstrak herbal yang efektif sebagai antivirus Dengue secara in vitro adalah ekstrak dengan rata-rata persentase infektivitas  20% dan ratarata persentase viabilitas > 50%. Hasil Penelitian: Ekstrak sambiloto, serai, dan meniran memiliki rata-rata persentase infektivitas berturut-turut: 53,8%; 114,4%; 51,9%. Rata-rata persentase viabilitas ketiga ekstrak herbal tersebut berturut-turut: 105,9%; 95,7%; 98,6%. Simpulan: Ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata), serai (Cymbopogon citrates) dan meniran (Phyllanthus niruri L.) memiliki efektivitas yang rendah sebagai antivirus Dengue secara in vitro. Kata kunci: Andrographis paniculata, Cymbopogon citrates, Phyllanthus niruri L., DENV2 NGC, HuH-7.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 09 Apr 2016 13:08
    Last Modified: 09 Apr 2016 13:08
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24297

    Actions (login required)

    View Item