GAMBARAN JUMLAH EOSINOFIL MUKOSA KONJUNGTIVA MATA DAN DERAJAT KEPARAHAN KLINIS PENYAKIT KONJUNGTIVITIS ALERGI

Picardi, Samuel Fiergeon (2016) GAMBARAN JUMLAH EOSINOFIL MUKOSA KONJUNGTIVA MATA DAN DERAJAT KEPARAHAN KLINIS PENYAKIT KONJUNGTIVITIS ALERGI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (302Kb) | Preview

    Abstract

    Samuel Fiergeon Picardi, G0012204, 2015. Gambaran jumlah eosinofil mukosa konjungtiva mata dan derajat keparahan klinis penyakit konjungtivitis alergi. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Eosinofil adalah sel inflamatori yang menandai terjadinya penyakit alergi, demikian juga pada konjungtivitis alergi dimana eosinofil akan bermigrasi ke epitel mukosa konjungtiva mata saat terjadi reaksi alergi. Satu saja sel eosinofil ditemukan dapat menegakkan diagnosis konjungtivitis alergi. Derajat Keparahan klinis dalam penelitian ini dinilai berdasarkan gejala subjektif dan hasil pemeriksaan. Sistem penderajatan konjungtivitis alergi memiliki kelemahan yaitu belum terstandardisasi dan diakui secara global dan didasarkan atas pemeriksaan fisik yang hasilnya dapat berbeda pada setiap dokter. Tatalaksana kasus konjungtivitis alergi yang baru didasarkan pada derajat keparahan klinisnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran eosinofil mukosa konjungtiva mata sesuai dengan derajat keparahan klinis konjungtivitis alergi, sehingga pemeriksaan sitologi eosinofil dapat menjadi dasar pemeriksaan laboratorium dalam penegakkan diagnosis keparahan konjungtivitis alergi serta penatalaksanaannya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan metode observasional. Sampel diambil secara consecutive sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 9 responden yang merupakan pasien konjungtivitis alergi di klinik khusus mata Solo Eye Center Surakarta. Data yang diperoleh, dianalisis per sampel responden dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: 3 dari 9 (33,3%) responden terdapat sel eosinofil pada hasil scraping konjungtiva mata yang terdiagnosis konjungtivitis alergi. Selain sel eosinofil, pada scraping konjungtivitis alergi terdapat sel neutrofil, limfosit dan monosit. Simpulan: Pada 9 orang responden penelitian tidak didapati pola keteraturan temuan eosinofil hasil scraping konjungtiva mata sesuai dengan derajat keparahan klinis konjungtivitis alergi. Kata kunci: Eosinofil, derajat keparahan konjungtivitis alergi, konjungtivitis alergi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 09 Apr 2016 12:53
    Last Modified: 09 Apr 2016 12:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24295

    Actions (login required)

    View Item