PENGARUH CURAH HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN TERHADAP STABILITAS LERENG STUDI KASUS DESA MANGUNHARJO KECAMATAN JATIPURNO KABUPATEN WONOGIRI

Tawakkal, M. Zikry (2016) PENGARUH CURAH HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN TERHADAP STABILITAS LERENG STUDI KASUS DESA MANGUNHARJO KECAMATAN JATIPURNO KABUPATEN WONOGIRI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (478Kb) | Preview

    Abstract

    M. Zikry Tawakkal. 2015. Pengaruh Curah Hujan Harian Maksimum Bulanan Terhadap Stabilitas Lereng. Skripsi. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sebagian besar wilayahnya berupa lereng atau perbukitan. Di banyak daerah perbukitan seperti Wonogiri bencana tanah longsor sering terjadi. Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor adalah hujan lebat/hujan berkepanjangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Mangunharjo Kec. Jatipurno Kab. Wonogiri dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh hujan dan kemiringan lereng terhadap faktor keamanan lereng. Penelitian ini menggunakan data hujan harian maksimum bulanan selama 10 tahun antara tahun 2004 – 2013 dan data tanah yang diperolah dari uji sampel tanah yang diambil di lokasi penelitian. Metode Green-Ampt digunakan untuk menghitung besar tebal tanah jenuh yang terjadi akibat adanya infiltrasi air hujan (Hsat). Lama hujan yang terjadi dalam sehari diambil selama 4 jam. Stabilitas lereng dihitung dengan menggunakan metode Lereng Tak Hingga (Infinite Slope) untuk memperoleh nilai faktor keamanan (SF) lereng. Model lereng menggunakan variasi kemiringan sebesar 30o, 42o, 45o, dan 60o. Dari hasil penelitian diketahui bahwa infiltrasi air akibat hujan berpengaruh terhadap stabilitas lereng. Untuk semua model lereng, nilai SF menurun setelah hujan terjadi. Penurunan nilai SF ini disebabkan oleh bertambahnya beban pada lereng karena infiltrasi air hujan ke dalam tanah. Kemiringan lereng juga berpengaruh terhadap stabilitas lereng. Semakin besar kemiringan suatu lereng semakin kecil nilai SF yang diperoleh. Model lereng dengan kemiringan 60o mempunyai nilai SF < 1 yang menunjukkan bahwa lereng tidak stabil. Kata Kunci : Green-Ampt, Infiltrasi, Infinite Slope, Longsor

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: satria mahendra
    Date Deposited: 09 Apr 2016 17:47
    Last Modified: 09 Apr 2016 17:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24282

    Actions (login required)

    View Item