PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT ANTARA SISTEM GANDA DENGAN DINDING GESER DAN SISTEM GANDA DENGAN BRESING (STUDI KASUS : BANGUNAN APARTEMEN DI YOGYAKARTA

Prasetyo, Faishal Shiddiq (2016) PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT ANTARA SISTEM GANDA DENGAN DINDING GESER DAN SISTEM GANDA DENGAN BRESING (STUDI KASUS : BANGUNAN APARTEMEN DI YOGYAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (502Kb) | Preview

    Abstract

    Faishal Shiddiq Prasetyo., 2015. Perbandingan Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Antara Sistem Ganda Dengan Dinding Geser Dan Sistem Ganda Dengan Bresing (Studi Kasus : Bangunan Apartemen Di Yogyakarta). Skripsi. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Gempa bumi merupakan salah satu gaya yang diperhitungkan dalam merancang suatu gedung bertingkat. Sistem struktur gedung bertingkat yang biasa digunakan untuk menahan gaya horizontal dari gempa bumi yaitu sistem ganda dengan dinding geser, tetapi sistem ganda dengan bresing juga merupakan salah satu solusi untuk menahan gaya gempa horizontal. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengetahuan sistem mana yang lebih efektif antara sistem ganda dengan dinding geser dan sistem ganda dengan bresing dalam menahan gaya horizontal dari gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja gedung bertingkat yang memiliki sistem ganda dengan dinding geser dan sistem ganda dengan bresing ketika menerima gaya horizontal gempa. Kinerja gedung diperoleh dengan menganalisis kurva spektra kapasitas yang didapat dari analisis statik nonliniar pushover dengan program SAP2000. Dalam penelitian ini gedung bertingkat yang memiliki sistem ganda dengan dinding geser diwakili oleh gedung existing apartemen di Yogyakarta. Gedung bertingkat yang memiliki sistem struktur ganda dengan bresing dibuat dengan menggantikan elemen dinding geser pada gedung existing dengan 2 alternatif bresing. Gedung Alternatif A-1 memiliki sistem struktur ganda dengan bresing diagonal. Gedung Alternatif A-2 memiliki sistem struktur ganda dengan bresing X. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya geser dasar seismik pada gedung Alternatif A-1 lebih besar 1.9 % daripada gaya geser dasar seismik pada gedung existing. Gaya geser dasar seismik pada gedung Alternatif A-2 lebih kecil 4.41 % daripada gaya geser dasar seismik pada gedung existing. Dengan acuan dari SNI 1726:2012, nilai simpangan antar lantai baik gedung existing maupun gedung Alternatif memiliki nilai simpangan antar lantai yang memenuhi batas syarat simpangan. Dengan acuan dari ATC-40, berdasarkan nilai Total Drift yang didapatkan maka nilai level kinerja gedung existing maupun gedung Alternatif termasuk dalam Immediate Occupancy Kata kunci : ATC-40, Bresing, Dinding Geser, Level Kinerja, Pushover

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 08 Apr 2016 23:02
    Last Modified: 08 Apr 2016 23:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24250

    Actions (login required)

    View Item