Efek Nefroprotektor Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Kerusakan Histologis Nefron Mencit (Mus musculus L.) yang Diinduksi Parasetamol

Rahman, Fadhli (2016) Efek Nefroprotektor Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Kerusakan Histologis Nefron Mencit (Mus musculus L.) yang Diinduksi Parasetamol. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (258Kb) | Preview

    Abstract

    Fadhli Rahman, G0012073, 2015. Efek Nefroprotektor Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Kerusakan Histologis Nefron Mencit (Mus musculus L.) yang Diinduksi Parasetamol. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Daun kelor memiliki banyak kandungan senyawa yang memiliki potensi sebagai antioksidan sehingga dapat melindungi ginjal dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek nefroprotektor ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap kerusakan histologis nefron mencit (Mus muculus L.) yang diinduksi parasetamol serta mengetahui pengaruh peningkatan dosis ekstrak terhadap efek nefroprotektor yang ditimbulkan. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan rancangan the post-test only control group design. Sampel berupa 35 ekor mencit (Mus musculus L.) jantan dengan galur Swiss webster, berusia 2-3 bulan, dan berat badan + 20 gram. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Sampel dibagi dalam 5 kelompok secara random, masing-masing kelompok terdiri dari 7 ekor mencit. Kelompok terdiri dari Kelompok Normal (KN), Kelompok Kontrol negatif (KK (-)), Kelompok Perlakuan pertama (KP 1), Kelompok Perlakuan kedua (KP 2), dan Kelompok Perlakuan ketiga (KP 3). Ekstrak etanol daun kelor dengan dosis 4 mg, 8 mg, dan 16 mg diberikan masing-masing untuk KP 1, KP 2, dan KP 3 selama 14 hari. Dosis toksik parasetamol (6 mg) diberikan pada hari ke-13 dan 14. Pada hari ke-15 dilakukan neck dislocation kemudian ginjal mencit dibuat preparat dengan metode Blok Parafin dan pengecatan Hematoksilin Eosin. Derajat kerusakan akibat parasetamol dinilai berdasarkan total kerusakan inti berupa piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA (α = 0,05) dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Multiple Comparison dengan metode LSD (α = 0,05). Hasil Penelitian: Hasil pengamatan jumlah kerusakan sel pada KN, KK (-), KP 1, KP 2, dan KP 3 berturut-turut 7,40 + 1,350; 34,00 + 1,491; 25,90 + 1,370; 22,60 + 2,336; 18,50 + 2,667 sel. Hasil uji One-Way ANOVA dan LSD menunjukkan p = 0,000 (p < α). Hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kerusakan ginjal antara kelompok. Simpulan: Ekstrak etanol daun kelor memiliki efek nefroprotektor terhadap kerusakan histologis ginjal mencit yang diinduksi parasetamol secara dan terjadi peningkatan efek seiring dengan meningkatnya dosis yang diberikan. Kata Kunci: Ekstrak etanol daun kelor, parasetamol, nefron, mencit

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 08 Apr 2016 22:48
    Last Modified: 09 Apr 2016 00:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24249

    Actions (login required)

    View Item