Pemanfaatan serat pisang sebagai bahan kerajinan tekstil di perusahaan tenun dan kerajinan kreatif ridaka Pekalongan

Maimunah, Navi (2006) Pemanfaatan serat pisang sebagai bahan kerajinan tekstil di perusahaan tenun dan kerajinan kreatif ridaka Pekalongan. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (291Kb)

    Abstract

    Pisang merupakan tanaman liar yang telah ada sejak manusia ada. Pada masyarakat Asia Tenggara, pisang telah lama dimanfaatkan saat kebudayaan pengumpul (food gathering) sebagai bagian dari sayur (Suyanti Satuhu, Ahmad Supriyadi, 1993:1). Indonesia merupakan penghasil pisang yang cukup besar. 50% dari produksi pisang Asia dihasilkan oleh Indonesia dan produksi tiap tahunnya terus meningkat. Hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah penghasil tanaman pisang, hal ini karena iklim Indonesia cocok untuk pertumbuhan tanaman pisang (Suyanti Satuhu, Ahmad Supriyadi, 1993:4-5). Tanaman pisang hidup di daerah tropik dan subtropik dan mudah sekali menghasilkan buah, sehingga mudah untuk dipanen karena tidak membutuhkan perawatan yang lama dan sulit. Tanaman pisang mempunyai ciri spesifik yang mudah dibedakan dari jenis tanaman lainnya. Tanaman ini terdiri dari daun, batang (bonggol), batang semu, bunga dan buah. Tanaman pisang merupakan tanaman semak berbatang semu dengan tinggi bervariasi dari 1-4 meter. Daunnya lebar dan panjang, batang daun besar, tepi daun tidak mempunyai ikatan kompak (mudah robek) batang mempunyai bonggol (umbi) yang besar dan terdapat banyak mata tunas pada permukaanya (Nani Rosana, Ismiatun, 2004: 4). Tanaman pisang banyak ditanam penduduk Indonesia, ternyata tidak semua bisa memahami kultur pohon pisang sepenuhnya. Jika dikaji lebih dalam lagi sebenarnya pohon pisang bisa dikatakan tanaman multifungsi. Karena mulai buah, pelepah daun sampai akarnya bermanfaat dan bernilai. Pohon pisang pada waktu dipanen yang diambil hanya buah pisang dan daunnya saja, sedangkan batangnya dibiarkan menjadi sampah yang tidak berguna. Padahal kalau kita jeli dan kreatif, batang pisang masih bisa diolah untuk dijadikan bahan pokok pembuatan beragam kerajinan tangan seperti sendal, tas pelengkap interior dan lain sebagainya. Pelepah pisang juga dapat ditenun menjadi lembaran kain, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakaian (akses internet http: // www.indomedia.com / intisari / 4 April 2005). Salah satu jenis pohon pisang yang baik untuk ditenun adalah jenis pisang abaka. Jenis ini sangat kuat dan kegunaanya beragam sebagai bahan baku dari berbagai produk, diantaranya sebagai bahan baku tali kapal, tekstil, pembungkus teh celup, pembungkus tembakau, jok kursi dan kerajinan tangan (Iman Hilman; Nurita Toruan, 2001:12). Melalui proses pertenunan dengan mesin ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) serat pisang dapat dibuat lembaran kain yang dapat digunakan untuk kebutuhan manusia. Hal ini membawa penulis untuk melakukan penelitian tentang bagaimana memilih dan mengolah pelepah pohon pisang sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kain tenun, serta bagaimana proses pengolahan serat pisang sehingga dapat menjadi lembaran kain dan produk kerajinan tekstil. Tenun dan kerajinan kreatif Ridaka merupakan perusahaan tenun yang memproses serat-serat alam menjadi tekstil sehingga dapat dibuat sebuah produk kerajinan. Hal ini melatar belakangi penulis memilih perusahaan tenun dan kerajinan kreatif Ridaka sebagai tempat penelitian sehingga dapat meneliti secara langsung permasalahan yang diangkat, yaitu serat pisang. Selain itu tenun dan kerajinan kreatif Ridaka merupakan perusahaan yang menenun serat pisang menjadi lembaran kain dan membuat produk-produk kerajinan tekstil dari serat pisang untuk dipasarkan pada masyarakat luas.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Kriya Seni
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:22
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2422

    Actions (login required)

    View Item