PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH(Averrhoa Bilimbi L.) TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGIS GINJAL MENCIT AKIBAT PAPARAN MINYAK JELANTAH

Endoryansyah, Purnomo Andimas (2016) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH(Averrhoa Bilimbi L.) TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGIS GINJAL MENCIT AKIBAT PAPARAN MINYAK JELANTAH. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (591Kb) | Preview

    Abstract

    Purnomo Andimas Edoryansyah, G0012166, 2015. Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Struktur Histologis Ginjal Mencit Akibat Paparan Minyak Jelantah. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pendahuluan: Stres oksidatif mempunyai peran dalam berbagai penyakit ginjal seperti penyakit ginjal kronik, gagal ginjal kronik, dan percepatan perkembangan cedera pada ginjal. Stres oksidatif dapat disebabkan karena masuknya radikal bebas ke dalam tubuh melalui makanan yang digoreng dengan minyak jelantah. Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung berbagai macam antioksidan, seperti flavonoid, saponin triterpenoid, vitamin A, dan vitamin C yang mempunyai kemampuan untuk menetralisir radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing wuluh dalam melindungi kerusakan struktur histologis sel ginjal mencit akibat paparan minyak jelantah dan pengaruh peningkatan dosis dalam melindungi kerusakan struktur histologis sel ginjal mencit. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan post test only control group design. Penelitian dilakukan di Laboratorium Histologi FK UNS. Sampel berupa mencit Swiss webster jantan, usia 2-3 bulan, berat badan ± 20 gram. Sampel sebanyak 30 ekor yang diperoleh secara incidental sampling, dibagi dalam 5 kelompok secara random, masing-masing terdiri dari 6 mencit. Kelompok Kontrol Normal (KKn) diberi akuades, Kelompok Kontrol Negatif (KK(-)) hanya diberi minyak jelantah. Kelompok Perlakuan 1 (KP1), Kelompok Perlakuan 2 (KP2), Kelompok Perlakuan 3 (KP3) secara berturut – turut diberi ekstrak buah belimbing wuluh dengan dosis 5,6 mg; 11,2 mg; 22,4 mg serta diberi paparan minyak jelantah selama 14 hari berturut-turut. Pada hari ke-15 mencit dikorbankan kemudian diambil ginjal kanan dan kirinya dan dibuat preparat dengan pengecatan HE. Kerusakan sel ginjal diamati dengan menghitung jumlah inti sel epitel tubulus proksimal ginjal yang mengalami piknosis, karioreksis, dan kariolisis dari tiap 50 sel ginjal mencit. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Multiple Comparisons berupa uji LSD (α=0,05). Hasil: Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antara 5 kelompok. Hasil uji LSD yaitu p < 0,05 dan menunjukkan perbedaan bermakna antara KKn-KK(-), KKn-KP1, KKn-KP2, KKn-KP3, KK(-)-KP1, KK(-)-KP2, KK(- )-KP3, KP1-KP2, KP1-KP3, dan KP2-KP3. Simpulan: Buah belimbing wuluh berpengaruh dalam melindungi kerusakan struktur histologis ginjal mencit akibat paparan minyak jelantah dan pengaruh ini sebanding dengan peningkatan dosis yang diberikan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: satria mahendra
    Date Deposited: 09 Apr 2016 18:36
    Last Modified: 09 Apr 2016 18:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24212

    Actions (login required)

    View Item