KAJIAN MORFOLOGI DAN AGROEKOLOGI TANAMAN MUNDU (Garcinia dulcis Kurz) DI SURAKARTA DAN SEKITARNYA

ANTORO, Rudi (2016) KAJIAN MORFOLOGI DAN AGROEKOLOGI TANAMAN MUNDU (Garcinia dulcis Kurz) DI SURAKARTA DAN SEKITARNYA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (315Kb) | Preview

    Abstract

    KAJIAN MORFOLOGI DAN AGROEKOLOGI TANAMAN MUNDU (Garcinia dulcis Kurz.) DI SURAKARTA DAN SEKITARNYA. Skripsi: Rudi Antoro (H0711093). Pembimbing: Endang Setia Muliawati, Sulandjari. Program Studi: Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Mundu merupakan tanaman kaya manfaat dan berkhasiat obat yang potensial. Informasi mengenai ciri dan keberadaan mundu khususnya di Indonesia masih terbatas, sementara upaya pengembangan tanaman dan budidaya juga belum dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi, keragaman morfologi, dan agroekologi mundu sebagai awal upaya pelestarian plasma nutfah, pemuliaan, dan pengembangan budidaya tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2014 hingga September 2015 di Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Surakarta, Wonogiri, Bantul, dan Ngawi, serta di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian UNS. Penelitian menggunakan metode eksploratif deskriptif, dengan penetapan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Data primer dikumpulkan meliputi morfologi organ vegetatif, bunga, buah, biji dan kondisi agroekologi tanaman. Analisis data morfologi mundu menggunakan metode matriks similaritas (SimQual) dengan koefisien kemiripan dice. Pengelompokan aksesi berdasarkan Unweighted Pair Group Methode Arithmatic Average (UPGMA) dengan menggunakan program Numerical Taxonomy and Multivariate System (NTSYS) versi 2.02i. Nilai kemiripan berdasarkan matriks koefisien dice tertinggi organ vegetatif dan generatif yaitu aksesi Klaten1 dan Karanganyar1 sebesar 91%, dengan variasi keduanya tampak pada tipe buahnya, sedangkan nilai matriks koefisien terendah sebesar 70% yaitu pada aksesi Boyolali1 dan Klaten1 dengan variasi terlihat pada bentuk kanopi pohon dan warna kematangan buah. Keragaman mundu berdasarkan morfologi organ vegetatif tampak pada karakter habitus tanaman, bentuk kanopi, kerapatan percabangan, panjang daun, warna daun, bentuk pangkal daun dan bentuk ujung daun, berdasarkan morfologi bunga pada panjang dan lebar rangkaian bunga, dan berdasarkan morfologi buah dan biji pada karakter bentuk buah, ukuran buah, warna kematangan buah, warna aril, dan bentuk biji. Mundu dapat tumbuh baik pada dataran rendah (<1000 mdpl), tipe iklim C (agak basah), D (sedang), hingga E (agak kering) dengan suhu rerata harian 27,82°C – 31,26°C, kelembaban rerata harian 56,22% - 71,33%, jenis tanah mediteran, regosol, dan grumusol.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: rifqi imaduddin
    Date Deposited: 08 Apr 2016 15:14
    Last Modified: 08 Apr 2016 15:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24206

    Actions (login required)

    View Item