Karakteristik dan Aktivasi Campuran Tanah Andisol/ Lempung Bayat /Abu Sekam sebagai Penjerap Logam Berat Kromium (Cr)

SUPRAPTO, AGUS (2016) Karakteristik dan Aktivasi Campuran Tanah Andisol/ Lempung Bayat /Abu Sekam sebagai Penjerap Logam Berat Kromium (Cr). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (303Kb) | Preview

    Abstract

    Karakteristik dan Aktivasi Campuran Tanah Andisol /Lempung Bayat / Abu Sekam sebagai Penjerap Logam Berat Kromium (Cr) ABSTRAK Agus Suprapto. 2015. A130908001. “Karakteristik dan Aktivasi Campuran Tanah Andisol/ Lempung Bayat /Abu Sekam sebagai Penjerap Logam Berat Kromium (Cr)”.TESIS. Pembimbing I: Prof.Dr.rer.nat. Sajidan, M.Si, Pembimbing II: Dr. Pranoto, M.Sc Program Pascasarjana, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tercemarnya lingkungan perairan akibat limbah logam berat kromium (Cr) dapat mempengaruhi kualitas air permukaan maupun air tanah. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk meningkatkan kualitas air dengan mengurangi kandungan ion logam kromium (Cr). Konsentrasi Cr dalam air dapat dikurangi dengan cara penjerapan (adsorbsi). Tanah andisol, lempung bayat dan abu sekam digunakan sebagai penjerap (adsorben) ion logam Cr dengan metode batch. Filter keramik dan pipa penjernih digunakan untuk mengurangi kandungan Cr dalam air sumur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi tanah andisol : lempung bayat : abu sekam, suhu aktivasi dan waktu kontak terhadap kapasitas jerapan Cr dalam larutan model; kondisi optimum jerapan dan efektivitas filter keramik dan pipa penjernih untuk menurunkan Cr dalam air. Identifikasi dan karakterisasi penjerap dilakukan dengan uji NaF, Spektroskopi infra merah (FTIR), difraksi sinar-x (XRD), luas permukaan spesifik dan keasaman total spesifik. Konsentrasi logam Cr dianalisis dengan spektroskopi serapan atom. Isoterm jerapan ditentukan dengan persamaan Freundlich dan Langmuir. Filter keramik dan Pipa Penjerap dibuat dengan komposisi tanah andisol : lempung bayat : abu sekam menurut perbandingan 80 : 10 : 10. Hasil penelitian menunjukkan sampel tanan andisol dan lempung bayat mengandung mineral-mineral alofan, felspar, kaolin, gibsit dan monmorilonit. Kondisi optimum jerapan dicapai pada suhu aktivasi 150 0C, waktu kontak 30 menit dan komposisi tanah andisol : lempung bayat : abu sekam menurut perbandingan 80 : 10 : 10. Isoterm Freundlich jerapan Cr dengan koefisien determinasi (R2) (0,999), lebih tinggi dibandingkan Langmuir (0,380). Hasil pengukuran menunjukkan filter keramik efektif menurunkan padatan terlarut (TDS) dan kandungan Cr dalam air sumur dengan persentase penurunan masing-masing sebesar 75,91 % dan 9,44 %. Sedangkan pipa penjernih mampu menurunkan padatan terlarut (TDS) dari 260 ppm menjadi 249 ppm dan kandungan Cr dari 0,064 ppm menjadi 0,052 ppm. Kata kunci : Kromium, jerapan, andisol, lempung bayat, abu sekam

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Doktor > Ilmu Lingkungan S3
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 06 Apr 2016 17:50
    Last Modified: 06 Apr 2016 17:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24175

    Actions (login required)

    View Item