Peranan Pemerintah Dalam Melakukan Integrasi Sosial Bagi DIfabel Di Kota Surakarta

E, LUH UPAYANI (2016) Peranan Pemerintah Dalam Melakukan Integrasi Sosial Bagi DIfabel Di Kota Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (251Kb) | Preview

    Abstract

    Diskriminasi bagi difabel serta masih minimnya sarana dan prasarana bagi mereka masih marak di Kota Surakarta. Hal ini berakibat pada rendahnya tingkat integrasi dalam aspek kehidupan bermasyarakat bagi difabel. Oleh karena itu, peranan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Surakarta sangat diperlukan agar terciptanya keseimbangan dan kehidupan yang harmonis bagi difabel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Dinsosnakertrans dalam melakukan integrasi sosial bagi difabel serta faktor pendukung dan penghambatnya. Dalam penelitian ini, mengacu pada UU No.4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat dan PP No.43 tahun 1998 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat mengenai prinsip integrasi sosial yang mencakup tentang pelayanan di berbagai disiplin profesi, lembaga pelayanan serta mendekatkan difabel dengan masyarakat. Penulis juga mengacu pada pendapat yang dikemukakan oleh Miftah Thoha (1997) dan Argyo Demartoto (2005). Lokasi penelitian ini di Kota Surakarta dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui wawancara secara mendalam dan dengan mengkaji dokumen. Cara memperoleh informan yaitu dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi data. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peranan Dinsosnakertrans Kota Surakarta dalam melakukan integrasi sosial bagi difabel yaitu: pertama, memberikan informasi; pengarahan; pendampingan; pendataan dan fasilitas berupa surat rekomendasi khusus difabel. Kedua, memberikan pelatihan menjahit, mencukur serta pelayanan sosial keliling. Ketiga, mengadakan kegiatan di Car Free Day, Hari Difabel Internasional dan turut serta dalam expo difabel se-Soloraya. Dalam melakukan integrasi sosial tersebut terdapat faktor penghambat yaitu keterbatasan anggaran, sedikitnya jumlah SDM, masyarakat yang kurang peduli terhadap difabel serta mindset difabel yang belum terbuka mengenai pendataan, sedangkan faktor pendukungnya adalah adanya take and get antara Dinsosnakertrans dengan stake holders yang lain dan adanya Tim Advokasi Difabel (TAD) yang dibentuk Dinsosnaketrans. Terkait mengenai hal tersebut peneliti memberikan saran agar Dinsosnakertrans lebih memperbanyak kegiatan dilapangan, menambah pelatihan-pelatihan dan memberikan pengarahan lebih pada perusahaan agar mau merekrut difabel. Kata Kunci: difabel, integrasi sosial, peranan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Negara
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 05 Apr 2016 20:08
    Last Modified: 05 Apr 2016 20:08
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24120

    Actions (login required)

    View Item