PENGARUH PERBEDAAN TINGKAT PROTEIN DALAM RANSUM DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK TERHADAP PRODUKTIVITAS ITIK INDIAN RUNNER

SUSANTO, SETYO RETNO (2004) PENGARUH PERBEDAAN TINGKAT PROTEIN DALAM RANSUM DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK TERHADAP PRODUKTIVITAS ITIK INDIAN RUNNER. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (186Kb)

    Abstract

    Itik merupakan salah satu spesies unggas air yang telah banyak dibudidayakan. Di Indonesia, ternak itik telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di pedesaan. Ternak itik sangat potensial untuk memproduksi telur sehingga populasinya tersebar hampir merata di seluruh wilayah tanah air. Selain itu, itik merupakan salah satu jenis unggas potensial setelah ayam (Suharno dan Amri, 2000) Dalam industri perunggasan, penghematan biaya ransum merupakan tujuan yang harus dicapai agar mendapatkan keuntungan yang maksimal, karena sebagian besar (60 – 80%) biaya produksi adalah biaya ransum. Ransum merupakan salah satu kendala yang dirasakan sebagai beban oleh para peternak dari sistem peternakan intensif (dikandangkan), terutama penyediaan bahan ransum yang berkualitas dengan kontinuitas yang terjamin. Ransum yang diberikan oleh peternak biasanya dibuat berdasar usaha coba-coba sehingga kurang efisien karena ada kemungkinan kandungan nutriennya kurang mencukupi atau bisa kelebihan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka ransum untuk itik harus sesuai dengan kebutuhannya, baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Nutrien yang berperan besar dalam pertumbuhan organ dan produksi adalah protein (Sudaryani dan Santoso, 1994). Pemberian ransum dengan kandungan protein yang terlalu rendah akan menurunkan produksi telur dan kelebihan protein akan diubah sebagai energi sehingga tidak efisien. Menurut Kamal (1995), pemberian protein yang berlebihan tidak ekonomis sebab protein yang berlebihan tidak dapat disimpan dalam tubuh, tetapi akan dipecah dan nitrogennya dikeluarkan lewat ginjal. Protein yang terdapat pada ransum tidak dapat dicerna seluruhnya oleh unggas. Kebanyakan bahan yang dipergunakan dalam ransum unggas mempunyai daya cerna antara 75 – 90 % dan untuk ransum petelur rata-rata 85% (Wahyu, 1992). Untuk mencapai efisiensi ransum diperlukan cara agar protein yang digunakan dalam ransum dapat dicerna secara optimal sehingga dapat memberikan pengaruh yang optimal terhadap produktivitas, salah satunya dengan penambahan probiotik. Fungsi probiotik adalah membantu proses pencernaan unggas, agar lebih memudahkan pencernaan dan meningkatkan kapasitas daya cerna sehingga diperoleh nutrien yang lebih banyak untuk pertumbuhan maupun produksi (Barraw, 1992 cit. Ramia, 2000) Berdasarkan pertimbangan di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbedaan tingkat protein dalam ransum dengan penambahan probiotik terhadap produktivitas itik Indian Runner.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Saputro Bagus
    Date Deposited: 12 Jul 2013 00:51
    Last Modified: 12 Jul 2013 00:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2397

    Actions (login required)

    View Item