Kekerasan Terhadap Perempuan dan Pendidikan Karakter dalam novel Bak Rambut Dibelah Tujuh Karya Muh. Makhdlori serta Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia ( Tinjauan Feminisme)

PURNOMO, ADHITYA BUDI (2016) Kekerasan Terhadap Perempuan dan Pendidikan Karakter dalam novel Bak Rambut Dibelah Tujuh Karya Muh. Makhdlori serta Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia ( Tinjauan Feminisme). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (367Kb) | Preview

    Abstract

    Adhitya Budi Purnomo, S841408001. 2015. Kekerasan Terhadap Perempuan dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Bak Rambut Dibelah Tujuh Karya Muh. Makhdlori Serta Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia (Tinjauan Feminisme). TESIS. Pembimbing I: Prof. Dr. Retno Winarni, M.Pd., Pembimbing II: Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan (1) struktur novel, (2) bentuk kekerasan berbasis ketidakadilan gender (3) bentuk emansipasi (4) pendidikan karakter, (5) relevansi novel Bak Rambut Dibelah Tujuh sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata. Data penelitian ini adalah novel Bak Rambut Dibelah Tujuh karya Muhammad Makhdlori. Penelitian ini menggunakan pendekatan feminisme untuk mendeskripsikan bentuk emansipasi dan bentuk ketidakadilan gender. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik noninteraktif. Teknik pengumpulan data noninteraktif dengan melakukan pembacaan secara intensif dari novel dan melakukan pencatatan secara aktif dengan metode content analysis. Validitas data menggunakan trianggulasi data dan teknik analisis menggunakan model noninteraktif. Simpulan dari hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) struktur novel yang terdapat dalam novel Bak Rambut Dibelah Tujuh antara lain tema, tokoh dan penokohan, alur, setting, sudut pandang dan amanat, (2) bentuk kekerasan berbasis ketidakadilan gender ,meliputi : (a) marginalisasi, merupakan proses pemiskinan yang terjadi di masyarakat dalam bentuk eksploitasi (b) subordinasi, merupakan sebuah anggapan bahwa kaum perempuan ditempatkan pada posisi yang tidak penting (c) stereotipe, merupakan pelabelan atau penandaan terhadap suatu kelompok tertentu (d) kekerasan, merupakan suatu tindakan yang dapat mengakibatkan penderitaan bagi orang lain baik dalam bentuk fisik, seksual, atau psikologis. (3) bentuk emansipasi meliputi : (a) kebebasan memilih bagi perempuan dalam menentukan pendidikan , (b) ketegaran menghadapi permasalahan hidup (c) perjuangan dalam menuntutkeadilan hak-hak perempuan. (4) nilai pendidikan karakter meliputi : (a) religius, demokratis, peduli sosial, tanggung jawab, cinta tanah air, dan jujur. (5) relevansi novel sebagai bahan ajar di sekolah sesuai dengan hasil wawancara dengan Pipit Ristiyana, S.Pd Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Kalasan, Ristiyaningsih, S.Pd , Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Kalasan menyatakan bahwa novel Bak Rambut Dibelah Tujuh bisa dan baik digunakan sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA Kata kunci: Feminisme, teori Mansour Fakih, pendidikan karakter, novel Bak Rambut Dibelah Tujuh

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Bahasa Indonesia - S2
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 16 Mar 2016 19:54
    Last Modified: 16 Mar 2016 19:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23907

    Actions (login required)

    View Item