MAKNA SIMBOLIK DAN FILOSOFIS ARSITEKTUR KERATON KASEPUHAN CIREBON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA N 8 CIREBON

, NURLATIFAH (2016) MAKNA SIMBOLIK DAN FILOSOFIS ARSITEKTUR KERATON KASEPUHAN CIREBON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA N 8 CIREBON. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (413Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Nurlatifah. K4411046. MAKNA SIMBOLIK DAN FILOSOFIS ARSITEKTUR KERATON KASEPUHAN CIREBON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA N 8 CIREBON. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) latar belakang terbentuknya Keraton Kasepuhan Cirebon, (2) arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon, (3) makna simbolik dan filosofis arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon, dan (4) makna simbolik dan filosofis arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai media pembelajaran Sejarah di SMA N 8 Cirebon. Bentuk penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan strategi penelitian studi kasus terpancang tunggal. Sampel yang digunakan bersifat purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Untuk menguji keabsahan data yang diperoleh, digunakan dua trianggulasi, yaitu triangguasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis interaktif, yaitu analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) latar belakang terbentuknya Keraton Kasepuhan Cirebon, diawali dengan adanya Pangeran Cakrabuwana, Putra Mahkota dari Kerajaan Padjajaran yang mendirikan Dalem Agung Pakungwati untuk putrinya. Putrinya bernama Ratu Ayu Pakungwati menikah dengan Sunan Gunung Jati yang merupakan pemuka agama di wilayah Jawa Barat. Sepeninggal Gunung Jati, digantikan oleh Cicitnya yang bergelar Panembahan Pakungwati I. Pada tahun 1679 didirikan Keraton Kanoman oleh Sultan Badridin yang bergelar Sultan Anom, sehingga Keraton Pakungwati yang didiami oleh saudara tua berubah menjadi Keraton Kasepuhan, dengan gelar Sultanya menjadi Sultan Sepuh, (2) kompleks bangunan Keraton Kasepuhan Cirebon, terdiri dari empat bangunan utama sebagai komponen yang tidak dapat dipisahkan, yaitu Alun-alun, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Pasar Gede, dan Istana Keraton Kasepuan Cirebon, (3) makna simbolik dan filosofis arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon tercermin dalam sistem penamaan, tata letak, dan ornamen yang terdapat dalam bangunan Keraton Kasepuhan Cirebon, (4) pemanfaatn Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai media pembelajaran sejarah di SMA N 8 Cirebon telah dilakukan, baik dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) maupun Kurikulum 2013 dengan bentuk observasi langsung dan disajikan dalam tugas terstruktur. Kata Kunci : arsitektur, keraton, media, pembelajaran sejarah

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 16 Mar 2016 15:01
    Last Modified: 16 Mar 2016 15:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23886

    Actions (login required)

    View Item