ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN IRITASI KULIT PADA PEKERJA BAGIAN FINISHING PEWARNAAN INDUSTRI BATIK MASARAN SRAGEN

Fadhilah, Dhifani Hayu (2015) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN IRITASI KULIT PADA PEKERJA BAGIAN FINISHING PEWARNAAN INDUSTRI BATIK MASARAN SRAGEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (161Kb) | Preview

    Abstract

    Latar Belakang : Iritasi Kulit adalah kondisi pada kulit yang muncul akibat kontak berkepanjangan dengan zat kimia tertentu setelah beberapa saat kulit akan mengalami gejala kulit memerah, terasa gatal, mengering dan pecah-pecah. Pada proses industri batik dalam proses pewarnaan menggunakan zat kimia yang mana zat kimia tersebut dapat menyebabkan terjadi iritasi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab yang berhubungan dan paling dominan terhadap iritasi kulit yang terjadi pada pekerja bagian finishing pewarnaan Industri Batik Masaran Sragen. Metode :. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasinal analitik. Penelitian ini dilakukan di Industri Batik Masaran Sragen dengan jumlah sampel sebesar 42 responden. Untuk pengukuran pekerjaan, masa kerja, lama kontak, higiene personal, penggunaan alat pelindung diri menggunakan kuesioner dan untuk pengukuran iritasi kulit pada pekerja dengan menggunakan pemeriksaan dokter spesialis. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Regresi Logistik menggunakan SPSS versi 22.00 Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dengan iritasi kulit dengan nilaip = 0,009. Ada hubungan signifikan antara masa kerja dengan iritasi kulit dengan p = 0,005. Ada hubungan signifikan antara lama kontak dengan iritasi kulit dengan p = 0,040. Tidak ada hubungan antara higiene personal dengan iritasi kulit dengan p = 0,9. Tidak ada hubungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan iritasi kulit dengan p = 0,9. Hasil multivariat dengan uji multiple regresi menunjukkan faktor penyebab yang paling berpeluang dengan iritasi kulit adalah lama kontak dengan nilai Odd Ratio 3,5. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, masa kerja, lama kontak dengan iritasi kulit pekerja di industri batik, sementara higiene personal dan penggunaan alat pelindung diri tidak ada hubungan dengan iritasi kulit pekerja industri batik. Hasil multivariat menunjukkan lama kontak adalah faktor yang paling dominan atas terjadinya iritasi kulit pada pekerja industri batik. Kata Kunci : Usia, masa kerja, lama kontak, iritasi kulit.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > D4 - Keselamatan Kerja
    Depositing User: Muhammad Naufal Indriatmoko
    Date Deposited: 15 Feb 2016 20:20
    Last Modified: 15 Feb 2016 20:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23714

    Actions (login required)

    View Item