Perkembangan Kekuatan Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan dan Ketahanan Cardiovaskuler pada Adolesensi Usia 13-18 Tahun di Tinjau dari Jenis Kelamin dan Ketinggian Wilayah Tempat Tinggal (Studi Kros-Seksional pada Pelajar SMP dan SMA di Daerah Kabupaten Pati)

Windiyatno, Ahmad (2015) Perkembangan Kekuatan Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan dan Ketahanan Cardiovaskuler pada Adolesensi Usia 13-18 Tahun di Tinjau dari Jenis Kelamin dan Ketinggian Wilayah Tempat Tinggal (Studi Kros-Seksional pada Pelajar SMP dan SMA di Daerah Kabupaten Pati). Masters thesis, Universitas Negeri Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (120Kb) | Preview

    Abstract

    Ahmad Windiyatno, A121308050. 2015. Perkembangan Kekuatan Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan dan Ketahanan Cardiovaskuler pada Adolesensi Usia 13-18 Tahun di Tinjau dari Jenis Kelamin dan Ketinggian Wilayah Tempat Tinggal (Studi Kros-Seksional pada Pelajar SMP dan SMA di Daerah Kabupaten Pati). Tesis, Program Studi Ilmu Keolahragaan, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sugiyanto, (2) Prof. Dr. H.M. Furqon H, M.Pd. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) mengetahui perkembangan kekuatan otot tungkai, otot lengan dan ketahanan cardiovaskuler pada adolesensi laki-laki dan perempuan usia 13 sampai dengan 18 tahun yang tinggal di dataran rendah, (2) mengetahui perkembangan kekuatan otot tungkai, otot lengan dan ketahanan cardiovaskuler pada adolesensi laki-laki dan perempuan usia 13 sampai dengan 18 tahun yang tinggal di dataran tinggi, (3) mengetahui perbandingan perkembangan kekuatan otot tungkai, otot lengan dan ketahanan cardiovaskuler adolesensi laki-laki dan perempuan pada usia 13 sampai dengan 18 tahun yang tinggal di dataran rendah dengan yang tinggal di dataran tinggi, Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian perkembangan kros-seksional (research the developmental cross-sectional). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik jenjang SMP dan SMA di Kabupaten Pati yang berjumlah 500 orang.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan tes leg dynamometer, tes hand dynamometer dan harvard step up test. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata kekuatan otot tungkai adolesensi laki-laki di dataran rendah tingkatan usia 13 tahun 35, 93 usia 14 tahun 46,28, usia 15 tahun 48,46, usia 16 tahun 51,38, usia 17 tahun 60, 53, dan usia 18 tahun 70,38. Rata-rata kekuatan otot tungkai adolesensi perempuan di dataran rendah tingkatan usia 13 tahun 30,05 usia 14 tahun 37,57, usia 15 tahun 41,78, usia 16 tahun 44,85, usia 17 tahun 55, 58, dan usia 18 tahun 58,77. Rata-rata kekuatan otot lengan adolesensi lali-laki di dataran rendah tingkatan usia 13 tahun 10,86 usia 14 tahun 16,04, usia 15 tahun 21,23, usia 16 tahun 24,05, usia 17 tahun 29, 36, dan usia 18 tahun 31,05. Rata-rata kekuatan otot lengan adolesensi perempuan di dataran rendah tingkatan usia 13 tahun 8,29 usia 14 tahun 13,00, usia 15 tahun 14,92, usia 16 tahun 16,4, usia 17 tahun 17, 61, dan usia 18 tahun 18,22. Rata-rata ketahanan cardiovaskuler adolesensi lali-laki di dataran rendah tingkatan usia 13 tahun 33 usia 14 tahun 38, usia 15 tahun 42, usia 16 tahun 45, usia 17 tahun 50, dan usia 18 tahun 55. Rata-rata ketahanan cardiovaskuler adolesensi perempuan di dataran rendah tingkatan usia 13 tahun 30 usia 14 tahun 33, usia 35 tahun 42, usia 16 tahun 39, usia 17 tahun 45, dan usia 18 tahun 50. Sedangkan rata-rata kekuatan otot tungkai adolesensi laki-laki di dataran tinggi tingkatan usia 13 tahun 41, 44 usia 14 tahun 48,47, usia 15 tahun 52,88, usia 16 tahun 58,53, usia 17 tahun 65, 6, dan usia 18 tahun 74,52. Rata-rata kekuatan otot tungkai adolesensi perempuan di dataran tinggi tingkatan usia 13 tahun 34,44 usia 14 tahun 39,6, usia 15 tahun 44,11, usia 16 tahun 49,85, usia 17 tahun 57, 92, dan usia 18 tahun 59,96. Rata-rata kekuatan otot lengan adolesensi lali-laki di dataran tinggi tingkatan usia 13 tahun 11,61 usia 14 tahun 17,78, usia 15 tahun 22,82, usia 16 tahun 26,19, usia 17 tahun 31, 08, dan usia 18 tahun 33,17. Rata-rata kekuatan otot lengan adolesensi perempuan di dataran tinggi tingkatan usia 13 tahun 9,5 usia 14 tahun 13,85, usia 15 tahun 15,88, usia 16 tahun 17,95, usia 17 tahun 19, 21, dan usia 18 tahun 19,92. Rata-rata ketahanan cardiovaskuler adolesensi lali-laki di dataran tinggi tingkatan usia 13 tahun 36 usia 14 tahun 41, usia 15 tahun 45, usia 16 tahun 50, usia 17 tahun 54, dan usia 18 tahun 59. Rata-rata ketahanan cardiovaskuler adolesensi perempuan di dataran tinggi tingkatan usia 13 tahun 32, usia 14 tahun 35, usia 15 tahun 38, usia 16 tahun 43, usia 17 tahun 48, dan usia 18 tahun 52. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa perkembangan kekuatan otot tungkai, otot lengan dan ketahanan cardiovaskuler baik di dataran rendah maupun dataran tinggi mengalami perkembangan yang konsisten pada tiap tahunnya. Rata-rata perkembangan kekuatan otot tungkai, otot lengan dan ketahanan cardiovaskuler adolesensi laki-laki lebih tinggi dari pada pada adolesensi perempuan yang tinggal di dataran rendah maupun dataran tinggi. Rata-rata perkembangan kekuatan otot tungkai, otot lengan dan ketahanan cardiovaskuler adolesensi laki-laki yang tinggal di dataran tinggi lebih tinggi di banding adolesensi laki-laki di dataran rendah. Rata-rata perkembangan kekuatan otot tungkai, otot lengan dan ketahanan cardiovaskuler adolesensi perempuan yang tinggal di dataran tinggi lebih tinggi di banding adolesensi perempuan di dataran rendah. Kata Kunci: Perkembangan Kekuatan Otot Tungkai, Lengan dan Ketahanan Cardiovaskuler, Adolesensi, Jenis Kelamin, Ketinggian Wilayah.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Keolahragaan
    Depositing User: Gunasih gunasih
    Date Deposited: 06 Feb 2016 23:40
    Last Modified: 06 Feb 2016 23:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23694

    Actions (login required)

    View Item