Hubungan Asupan Energi, Protein, Fe, Zinc, Vitamin C dan Kadar IL-6 pada Ibu Hamil 10 - 24 Minggu dengan Anemia Defisiensi Besi

R, ARISANTY NURSETIA (2016) Hubungan Asupan Energi, Protein, Fe, Zinc, Vitamin C dan Kadar IL-6 pada Ibu Hamil 10 - 24 Minggu dengan Anemia Defisiensi Besi. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (273Kb) | Preview

    Abstract

    Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih merupakan salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia. Anemia Defisiensi Besi (ADB) pada ibu hamil tidak hanya disebabkan oleh kekurangan asupan Fe tetapi juga disebabkan oleh kekurangan zat gizi lain, seperti protein, vitamin dan mineral. Ibu hamil mengalami perubahan sistem imun dari sel Th1 ke sel Th2 yang ditandai oleh pelepasan sitokin IL-1, IL-6, IL-4 dan IL-10. Peningkatan IL-6 berhubungan dengan penurunan kadar Fe dalam serum darah pasien yang terinfeksi Helicobacter pylori. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan asupan energi, protein, Fe, Zinc, vitamin C dan kadar IL-6 pada ibu hamil 10 – 24 minggu dengan anemia defisiensi besi. Metode : Desain penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan subjek penelitian dengan purposive sampling. Sejumlah 23 ibu hamil memenuhi kriteria penelitian dan dibagi menjadi 2 kelompok, 12 ibu hamil sebagai kelompok kontrol dan 11 ibu hamil sebagai kelompok ADB. Pengambilan data menggunakan kuesioner, wawancara dan sampel darah vena. Uji Man Whitney U, uji bivariat Spermann, Sommer`s Gamma dan uji regresi logistik digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh. Hasil Penelitian : Rerata asupan energi, protein, Fe, Zinc, Vitamin C dan kadar IL-6 pada ibu hamil dengan ADB berbeda dengan kelompok tidak anemia, walaupun secara statistik tidak bermakna. Ibu hamil tidak anemia mengkonsumsi protein hewani lebih tinggi dibandingkan ibu hamil ADB dengan p = 0,029. Semakin rendah asupan Fe maka semakin tinggi kadar IL-6 pada ibu hamil ADB (p = 0,032, r = -0,449), pola yang sama juga terjadi pada ibu hamil tidak anemia. Semakin berat pekerjaan maka semakin rendah tingkat asupan energi (p = 0,003, r = 0,375), protein (p = 0,027, r = 0,317) dan Zinc (p = 0,032, r = 0,188) pada kedua kelompok ibu hamil. Hal yang sama juga tampak pada riwayat paritas dengan tingkat asupan energi (p = 0,003, r= -0,418), protein (p = 0,000, r = -0,503) dan Zinc (p = 0,046, r = -0,261). Kesimpulan : Kejadian ADB pada ibu hamil 10 – 24 minggu tidak dipengaruhi oleh asupan energi, protein, Fe, Zinc dan Vitamin C. Semakin tinggi asupan Fe maka semakin rendah kadar IL-6. Pekerjaan ibu hamil yang semakin berat menurunkan tingkat asupan energi, protein dan Zinc. Ibu hamil yang semakin sering melahirkan menurunkan tingkat asupan energi, protein dan Zinc.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Gizi
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 29 Jan 2016 15:52
    Last Modified: 29 Jan 2016 15:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23494

    Actions (login required)

    View Item