Analisis Kemitraan Antara Perkebunan Kelapa Sawit Luwu Unit I, Burau P.T. Perkebunan Nusantara XIV (Persero) Dengan Petani Plasma Kelapa Sawit Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan

HARTANTO, BIMO FEBY BUDI (2016) Analisis Kemitraan Antara Perkebunan Kelapa Sawit Luwu Unit I, Burau P.T. Perkebunan Nusantara XIV (Persero) Dengan Petani Plasma Kelapa Sawit Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (209Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi kemitraan, menganalisis kemitraan antara PTPN XIV dengan petani Plasma Kelapa Sawit Kabupaten Luwu Utara berdasarkan kontrak perjanjian kemitraan, serta mengetahui perbandingan pendapatan petani mitra dengan non mitra PTPN XIV Kabupaten Luwu Utara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, metode pengambilan daerah penelitian dalam hal ini adalah secara sengaja (purposive), metode pengambilan sampel menggunakan teknik simpel random sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Petani kelapa sawit yang diteliti merupak petani yang bermitra dan tidak bermitra dengan PTPN XIV. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pencatatan dan dokumentasi. Untuk analisis data menggunakan metode analisis deskriptif berdasarkan kontrak perjanjian kemitraan, serta analisis usahatani, kelayakan finansial, dan uji T. Berdasarkan hak dan kewajiban yang telah disepakati dalam proses perjanjian kemitraan pola inti rakyat, dalam realisasinya pihak PTPN XIV telah melakukan seluruh kewajiban yang telah tertulis dalam perjanjian kemitraan tersebut. Pendapatan rata-rata petani mitra selama 3 tahun mengusahakan kelapa sawit sebesar Rp. 62.892.250/ha sedangkan petani non mitra Rp. 10.423.571/ha. Jumlah biaya yang dikeluarkan selama 5 tahun mengusahakan kelapa sawit petani mitra sebesar Rp. 61.077.750/ha sedangkan petani non mitra Rp 61.583.571/ha. Nilai Net B/C petani mitra adalah 3,13 sedangkan petani non mitra 1,13 yang berarti usaha kelapa sawit layak untuk dilanjutkan dengan diskon faktor 1,5 %. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung besarnya 5,98 sedangkan t tabel (α=0,05) besarnya 2,045. Karena t hitung > t tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang nyata antara pendapatan usahatani kelapa sawit petani mitra dan pendapatan usahatani kelapa sawit petani non mitra. Sehingga Hi diterima Kata Kunci : Kemitraan, PTPN XIV, Kelapa Sawit, Petani Mitra, Petani Non Mitra, Pendapatan, Penerimaan, Kelayakan Finansial

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 29 Jan 2016 12:27
    Last Modified: 29 Jan 2016 12:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23449

    Actions (login required)

    View Item