Pembuatan Micropowder Kurkumin yang Mudah Dikonsumsi dari Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)

PUTRI, ROSITA IKA (2016) Pembuatan Micropowder Kurkumin yang Mudah Dikonsumsi dari Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (27Kb) | Preview

    Abstract

    INTISARI Rosita Ika Putri, Tri Suci Ahmad Romadhoni, 2015, “Pembuatan Micropowder dari Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) sebagai Jamu”. Program Studi Diploma III Teknik Kimia Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb) adalah salah satu tumbuhan obat keluarga Zingiberaceae yang banyak tumbuh dan digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di Indonesia. Rimpang temulawak mengandung 27,62% zat tepung, 1,93% kurkumin dan 10,96% minyak atsiri (Suwiah, 1991). Komponen utama yang terpenting yaitu zat tepung dan minyak atsiri. Namun pada penelitian ini yaitu mencari kandungan kurkumin yang terdapat pada rimpang temulawak. Kandungan kurkumin mempunyai aktivitas biologis yang luas, diantaranya antibakteri, antioksidan, dan anti hepatotoksik. Rimpang temulawak yang berbentuk serbuk diekstraksi menggunakan etanol 98% dengan soxhlet untuk mendapatkan kurkumin. Kurkumin yang dihasilkan kemudian dipekatkan dengan cara menjemur dibawah terik matahari dengan penutup kain. Proses selanjutnya yaitu disentrifuge untuk memisahkan minyak dan kurkumin. Kurkumin yang dihasilkan dijemur kembali menggunakan sinar matahari kemudian diuji menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) untuk mengetahui ukuran partikelnya dan KLT (Kromatografi Lapis Tipis) untuk mengetahui besar kandungan kurkumin. Perbandingan yang dilakukan adalah perlakuan serbuk temulawak sebelum proses ekstraksi soxhlet menggunakan alkohol 96%. Perlakuan pertama yaitu serbuk temulawak direndam menggunakan aquadest selama kurang lebih 17 jam – 18 jam sebelum diekstraksi. Perlakuan kedua yaitu serbuk temulawak diekstraksi langsung tanpa melakukan perendaman. Kurkumin yang dihasilkan dari serbuk temulawak tanpa perendaman aquadest sebesar 3,02 gram dari 4,68 gram kurkuminoid (berat bahan 100 gram serbuk temulawak). Sedangkan kurkumin yang dihasilkan dari serbuk temulawak dengan perendaman menggunakan aquadest sebelum ekstraksi adalah 5,50 gram dari 6,30 gram kurkuminoid (berat bahan 100 gram serbuk temulawak).

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 28 Jan 2016 17:23
    Last Modified: 28 Jan 2016 17:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23386

    Actions (login required)

    View Item