STUDI KERAGAMAN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) DI WILAYAH EKS-KARESIDENAN SURAKARTA BERDASARKAN VARIASI CIRI MORFOLOGI, BUKTI SERBUK SARI DAN POLA PITA ISOZIM

Nadhifah, Ainun (2012) STUDI KERAGAMAN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) DI WILAYAH EKS-KARESIDENAN SURAKARTA BERDASARKAN VARIASI CIRI MORFOLOGI, BUKTI SERBUK SARI DAN POLA PITA ISOZIM. Universitas Sebelas Maret. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF
Download (231Kb) | Preview

    Abstract

    Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan salah satu tumbuhan liar yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan hubungan kekerabatan ciplukan di wilayah eks-karesidenan Surakarta berdasarkan variasi ciri morfologi, bukti serbuk sari dan pola pita isozim. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive random sampling pada 18 titik populasi dan diambil sebanyak 3 sampel pada masing-masing populasi. Terminologi dari ciri morfologi mengacu pada Stearn (1992), analisis serbuk sari menggunakan metode asetolisis dan analisis pola pita isozim dengan elektroforesis daun muda (urutan 3 sampai 5 dari pucuk batang) menggunakan dua sistem enzim, yaitu esterase dan peroksidase. Data keragaman ciri morfologi, bukti serbuk sari, dan pola pita isozim populasi ciplukan yang telah diperoleh dianalisis secara deskriptif. Data kualitatif dan kuantitatif ciri mantap dari ciri morfologi dan bukti serbuk sari yang diperoleh kemudian dibuat data multivariate sedangkan data kuantitatif dari isozim dibuat data biner. Data biner dan multivariate kemudian digunakan untuk menghitung besar indeks similaritas (IS) antar populasi dan dikomputasikan dalam program Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSYSpc) versi 2.0 hingga diperoleh dendogram hubungan kekerabatan Hasil penelitian menunjukkan ciplukan di wilayah eks-karesidenan Surakarta memiliki keragaman baik secara kualitatif maupun kuantitatif terutama pada warna dan ukuran batang, daun, bunga, buah dan biji; ukuran, jumlah apertura, bentuk serbuk sari serta 5-6 pola pita isozim esterase dan 6-9 pola pita isozim peroksidase. Berdasarkan variasi ciri morfologi, bukti serbuk sari dan pola pita isozim menunjukkan Sukoharjo 2 dan 3 serta Klaten 1 dan 2 masing-masing memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dengan koefisien kemiripan 88% sedangkan ciplukan Sukoharjo 1, Wonogiri 2 dan Sragen 2 mengelompok tersendiri dan terpisah jauh dari kelompok lain pada koefisien kemiripan 70%. Kata Kunci : Ciplukan, Surakarta, morfologi, serbuk sari, isozim

    Item Type: Other
    Subjects: Q Science > QK Botany
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
    Depositing User: Users 11901 not found.
    Date Deposited: 23 Oct 2017 10:09
    Last Modified: 23 Oct 2017 10:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23368

    Actions (login required)

    View Item