EVALUASI KERUSAKAN GROUNDSILL AKIBAT GERUSAN LOKAL DENGAN UJI MODEL HIDRAULIK FISIK

, INDRAWAN (2016) EVALUASI KERUSAKAN GROUNDSILL AKIBAT GERUSAN LOKAL DENGAN UJI MODEL HIDRAULIK FISIK. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (138Kb) | Preview

    Abstract

    Penambangan pasir yang dilakukan secara berlebihan di Sungai Luk Ulo telah mengakibatkan terjadinya degradasi dasar sungai yang cukup serius. Apabila laju degradasi yang terjadi tidak segera ditanggulangi, maka dapat membahayakan beberapa bangunan yang ada di Sungai Luk Ulo. Untuk itu perlu penanganan sesegera mungkin guna menanggulangi masalah degradasi dan longsoran tebing di Sungai Luk ULo hilir. Penanganan yang dilakukan antara lain dengan membuat bangunan pengendali dasar sungai (groundsill). Groundsill Muktisari adalah salah satu groundsill yang telah dibangun guna menanggulangi masalah degradasi dasar sungai. Namun groundsill Muktisari mengalami kegagalan karena justru mengakibatkan terjadinya gerusan di hilir groundsill yang mengakibatkan kerusakan bangunan. Untuk itu diperlukan penelitian tentang gerusan lokal yang terjadi di hilir groundsill Muktisari yang menyebabkan kerusakan bangunan groundsill tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan Uji Model Hidraulik (UMH) Fisik. UMH Fisik groundsill Muktisari dibuat dengan model tiga dimensi tanpa distorsi (undistorted model), dengan skala vertikal dan horisontal yang dipergunakan adalah sama. Skala model yang digunakan sebesar 1:66,6667 (1 meter di prototipe sama dengan 1,5 cm di model). Untuk mengetahui pola pergerakan sedimen dan gerusan yang terjadi, maka pada dasar sungai di hulu dan hilir groundsill dibuat movable bed (dasar bergerak) dengan bahan pasir halus. Kemudian dilakukan pengaliran dengan debit prototip Q50=1278 m3/s (32,55 l/s di model) selama 1 jam di model (8,164 di prototip). Model rehabilitasi yang dilakukan untuk penanganan groundsill adalah pemasangan pengarah arus pada hulu groundsill untuk mengarahkan aliran agar aliran menjadi streamline sebelum melewati groundsill dan untuk dasar sungai di hilir endsill perlu dilindungi dengan pasangan batu kosong. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting terjadi gerusan yang cukup dalam pada bagian kanan baik di hulu maupun hilir groundsill, kedalaman gerusan yang paling dalam pada hulu groundsill terjadi pada elevasi -4,33 m dimana elevasi dasar sungai di hulu groundsill adalah +0,28 m di hilir groundsill kedalaman gerusan yang terjadi paling dalam pada elevasi -2,00 m dimana elevasi dasar sungai di hilir groundsill adalah +0,60 m. Setelah dilakukan modifikasi dengan menambahkan model pengarah arus di hulu groundsill dan pasangan batu kosong di hilir groundsill, gerusan yang terjadi dapat diatasi. Kedalaman gerusan di hulu dan di hilir groundsill masing-masing adalah +0,00 m dan +0,60 m. Dari hasil penelitian didapat gerusan lokal pada hulu dan hilir groundsill dapat diatasi dengan penambahan pengarah arus di hulu groundsill dan pasangan batu kosong di hilir groundsill. Kata kunci : Luk Ulo, Groundsill, Gerusan Lokal, Uji Model Hidraulik Fisik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 28 Jan 2016 15:52
    Last Modified: 28 Jan 2016 15:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23359

    Actions (login required)

    View Item