SIMULASI PENGARUH SEDIMENTASI PADA NILAI KONDISI FISIK BENDUNG COLO AKIBAT PENGGELONTORAN SPILLWAY BARU WADUK WONOGIRI

AMINI, INDAH SRI (2016) SIMULASI PENGARUH SEDIMENTASI PADA NILAI KONDISI FISIK BENDUNG COLO AKIBAT PENGGELONTORAN SPILLWAY BARU WADUK WONOGIRI. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (139Kb) | Preview

    Abstract

    Waduk Wonogiri dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan air khususnya bagi masyarakat Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Waduk Wonogiri direncanakan memiliki umur efektif 100 tahun dengan kapasitas tampung sedimen (dead storage) sebesar 120.000.000 m3. JICA tahun 2007 menyimpulkan bahwa Waduk Wonogiri yang baru beroperasi selama 27 tahun kondisi tampungan sedimennya hampir penuh. Suplei sedimen terbesar adalah Sungai Keduang. Untuk memotong laju sedimen tersebut dibangunlah tanggul penutup (closure dike and gate). Sedimen dari Sungai Keduang akan ditampung di bangunan Waduk Penampung Sedimen (WPS). Sedimen yang tertahan di WPS akan digelontor melalui new spillway. Kegiatan penggelontoran tersebut akan mempengaruhi perilaku sedimen pada bangunan sungai di hilirnya yaitu Bendung Colo. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh sedimentasi di Bendung Colo pada nilai kondisi fisiknya. Untuk mengetahui angkutan sedimen yang terjadi di Bendung Colo dengan adanya penggelontoran sediman maka digunakan metode Meyer Peter Muller. Besaran angkutan tersebut akan mempengaruhi perilaku sedimen pada Bendung Colo. Untuk mengetahui pengaruh sedimentasi tersebut perlu dilakukan penilaian kondisi fisik berdasarkan Pedoman Penilaian Kondisi Fisik Bendung/Jaringan Irigasi Dinas PSDA 1999. Konsep penanganan pada Bendung Colo mengacu pada hasil penilaian kondisi fisik bangunan. Konsep penanganan berdasarkan Pedoman pemeliharaan bangunan persungaian Pd-T-11-2004-A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju sedimentasi di Bendung Colo berdasarkan metode Meyer Peter Muller sebelum penggelontoran sebesar 3.991,16 m3/hari dan sesudah penggelontoran sebesar 4.299,89 m3/hari, ini menunjukan adanya peningkatan sedimen sebesar 308,73 m3/hari atau 7,74%. Nilai kondisi fisik pada Bendung Colo adanya penggelontoran sedimen dari WPS yaitu 87,95% > 70% yang berarti dalam kondisi baik. Konsep penanganan sedimentasi di Bendung Colo dilakukan dengan pengurasan. Jangka waktu pengurasan sedimen sesudah penggelontoran sedimen dari WPS adalah 31 hari sekali. Kata Kunci: Sedimentasi, WPS, Bendung Colo,Pengurasan

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 28 Jan 2016 10:50
    Last Modified: 28 Jan 2016 10:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23332

    Actions (login required)

    View Item