PRAKTIK PELAKSANAAN PERJANJIAN UTANG PIUTANG DENGAN PENGIKATAN JAMINAN KUASA MENJUAL DI WILAYAH KABUPATEN SUKOHARJO

PERTIWI, TIARA BUNGA (2016) PRAKTIK PELAKSANAAN PERJANJIAN UTANG PIUTANG DENGAN PENGIKATAN JAMINAN KUASA MENJUAL DI WILAYAH KABUPATEN SUKOHARJO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (883Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Tiara Bunga Pertiwi. E0011313. 2015. PRAKTIK PELAKSANAAN PERJANJIAN UTANG PIUTANG DENGAN PENGIKATAN JAMINAN KUASA MENJUAL DI WILAYAH KABUPATEN SUKOHARJO. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) alasan-alasan para pihak yaitu Debitor, Kreditor dan Notaris yang masih bersedia menggunakan Kuasa Menjual untuk Perjanjian Utang Piutang; 2) permasalahan yang mungkin bisa terjadi apabila perjanjian tersebut diikuti dengan Kuasa Menjual; 3) solusi yang diberikan oleh Notaris untuk mencegah terjadinya permasalahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian socio legal yang bersifat deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah wawancara dengan para pihak terkait. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah bahan kepustakaan, peraturan perundang-undangan, jurnal, artikel, dan bahan dari internet serta sumber lain yang terkait. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif dengan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan, yaitu 1) alasan Debitor memilih Kuasa Menjual antara lain : (1) Biaya murah; (2) Proses sederhana dan mudah. Alasan Kreditor antara lain : (1) Proses eksekusi jaminan tidak rumit dan tidak memerlukan prosedur bermacam-macam; (2) Proses sederhana. Alasan Notaris antara lain : (1) Kepercayaan terhadap Debitor dan Kreditor. Berpedoman pada teori hukum jaminan utang yaitu Teori Kepercayaan, maka pengikatan jaminannya dengan pembuatan Kuasa Menjual saja; (2) Itikad baik kedua pihak; (3) Konsensualisme antara kedua pihak. 2) Permasalahan yang mungkin dapat terjadi antara lain : (1) Sisa hasil penjualan tidak dikembalikan; (2) Penjualan sebelum wanprestasi. 3) Solusi Notaris antara lain : (1) mempertimbangkan secara teliti Debitor dan Kreditor; (2) membuat Perjanjian Utang Piutang secara tepat; (3) menahan sertipikat tanah beserta Kuasa Menjual selama jangka waktu perjanjian. Saran penulis : (1) Notaris harus bisa menjelaskan, mengarahkan dan meyakinkan para pihak untuk menggunakan Hak Tanggungan; (2) Debitor dan Kreditor lebih berhati-hati dan cermat sebelum membuat Perjanjian Utang Piutang dan harus memikirkan terlebih dahulu hal-hal yang dapat terjadi jika perjanjian tersebut diikuti dengan Kuasa Menjual. Kata Kunci : Perjanjian Utang Piutang, Surat Kuasa Menjual, Notaris

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 27 Jan 2016 14:40
    Last Modified: 27 Jan 2016 14:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23266

    Actions (login required)

    View Item