FAKTOR MODIFIKASI RESPONS KEKUATAN LEBIH DAN DAKTILITAS SERTA KERAPUHAN SEISMIK PADA SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN DAN SISTEM GANDA

ASTRIANA, LINDA (2016) FAKTOR MODIFIKASI RESPONS KEKUATAN LEBIH DAN DAKTILITAS SERTA KERAPUHAN SEISMIK PADA SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN DAN SISTEM GANDA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (126Kb) | Preview

    Abstract

    Gedung bertingkat di Indonesia umumnya direncanakan untuk menahan bahaya beban lateral seperti gempa bumi. Reduksi pada gaya gempa rencana yang dibebankan pada struktur perlu dilakukan dengan menggunakan konsep faktor modifikasi respons dimana struktur bersifat daktail dan memiliki kekuatan untuk mampu menahan gaya gempa yang lebih dari kekuatan desain. Seiring dengan resiko terjadinya gempa yang tinggi di wilayah Indonesia, maka resiko kerusakan bangunan mungkin terjadi. Penilaian kerapuhan seismik (seismic fragility assesment) struktur menjadi salah satu cara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kerusakan pada struktur. Penelitian menggunakan struktur non eksisting 10 lantai yang berfungsi sebagai gedung kantor dan direncanakan berada di Surakarta dengan menggunakan 2 tipe struktur, yaitu sistem struktur rangka pemikul momen (frame) dan sistem struktur rangka pemikul momen dengan dinding geser (frame-shear wall) atau sistem ganda. Beban gempa rencana dimasukkan dalam pemodelan struktur untuk analisis faktor modifikasi respons kekuatan lebih dan daktilitas sedangkan beban percepatan tanah 0,2-0,6 g dimasukkan dalam pemodelan struktur untuk analisis kerapuhan seismik. RS dan Rμ yang merupakan dua faktor kunci dari faktor modifikasi respons. Analisis struktur SWL-0 dan SWL-5 dilakukan dengan bantuan program SAP2000. Kesimpulan dari penelitianuntuk struktur SWL-0 menghasilkan nilai RS sebesar 1,3911 dan Rμ sebesar 6,2826 sementara untuk struktur SWL-5 nilai RS sebesar 1,4242 dan Rμ sebesar 4,1001. Kurva fragilitas merupakan komponen dasar dalam penilaian kerapuhan struktur, kerugian material maupun korban manusia yang terjadi akibat gempa bumi. Kurva fragilitas yang dihasilkan berupa hubungan probabilitas terjadinya kerusakan dengan parameter spectra acceleration sebagai parameter demand. Penelitian ini menganalisis batas kerusakan menurut Hazus-MH MR5 dan ATC-40. Dari hasil analisis diperoleh kriteria kerusakan yang dihasilkan menurut Hazus-MH MR5 lebih beragam dan memiliki sensitivitas kerusakan yang lebih baik dibanding ATC-40. Hal ini dapat dibuktikan saat Sa yang terjadi masih kecil, probabilitas kerusakan slight dan moderate lebih besar dibandingkan dengan IO yang notabene batas terendah kerusakan menurut ATC-40. Sebagai contoh, saat Sa = 0,4 g pada struktur SWL-0, probabilitas kerusakan slight = 99,89%, moderate = 99,04%, extensive = 74,71%, complete= 54,76%, IO = 83,23%, dan LS = 61,46%.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 27 Jan 2016 10:47
    Last Modified: 27 Jan 2016 10:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23208

    Actions (login required)

    View Item