Prarancangan Pabrik Asam Asetat dari Oksidasi Asetaldehid dengan Udara Kapasitas 100.000 Ton/Tahun

WARIADI, IRA (2016) Prarancangan Pabrik Asam Asetat dari Oksidasi Asetaldehid dengan Udara Kapasitas 100.000 Ton/Tahun. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (10Kb) | Preview

    Abstract

    INTISARI Ira Wariadi dan Niga Roszaputra, 2015, Prarancangan Pabrik Asam Asetat dari Oksidasi Asetaldehid dengan Udara Kapasitas 100.000 ton/tahun, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Asam asetat banyak digunakan dalam industri kimia sebagai pelarut katalis dalam industri PTA (Purified Terephtalic Acid), anhydrida asetat, vinil asetat monomer, etil asetat dan tekstil. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan adanya peluang ekspor yang masih terbuka, maka dirancang pabrik asam asetat proses Hoechst kapasitas 100.000 ton / tahun dengan operasi pabrik 330 hari per tahunnya. Bahan baku yang digunakan asetaldehid 0,820 kg/kg produk dan udara 2,284 kg Udara/kg produk. Pabrik direncanakan berdiri di kawasan industri Cilegon, Banten pada tahun 2020 dan akan beroperasi pada tahun 2022. Harga bahan baku Asetaldehid US$ 0,2/kg dan katalis Mangan asetat US$ 1/kg , harga jual produk Asam asetat US$ 1/kg, dan harga jual produk samping Metil asetat US$ 0,58/kg. Peralatan proses yang ada antara lain mixer, kompresor, reaktor, menara distilasi, heat exchanger, dan pompa Reaksi pembentukan asam asetat dari asetaldehid melalui proses oksidasi dimana asetaldehid akan dioksidasi dengan oksigen yang berasal dari udara. Hasil reaksi adalah asam asetat, karbondioksida, air, dan metil asetat. Pada proses ini digunakan katalis mangan asetat. Reaksi berlangsung dalam reaktor gelembung pada kondisi isothermal non adiabatis pada suhu 65 °C dan tekanan 5 atm yang dilengkapi dengan koil pendingin. Konversi untuk reaksi ini adalah 94% dengan yield 90% dan selektivitas 90%. Produk utama adalah asam asetat 99,50 % dan sebagai produk sampingnya adalah metil asetat 99,24 %. Tahapan proses meliputi penyiapan bahan baku asetaldehid dan udara, pembentukan asam asetat dalam reaktor, dan pemurnian produk. Pemurnian produk dilakukan oleh menara distilasi. Kebutuhan utilitas meliputi air sanitasi sebanyak 6,13 x 10-5 m3/kg produk, air umpan boiler sebanyak 0,0012 m3/kg produk, air pendingin sebanyak 0,078 m3/kg produk, kebutuhan steam sebesar 1,35 kg/kg produk, energi listrik sebesar 0,023 kWh/kg produk, bahan bakar solar sebanyak 1,16 x 10-4 m3/kg produk, udara tekan (P=6,89 bar, T=35 oC) sebanyak 0,01 m3/kg produk. Pabrik juga didukung laboratorium yang mengontrol mutu bahan baku dan produk serta bahan buangan pabrik bahan buangan pabrik berupa cairan dan gas. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 173 orang yang terdiri atas karyawan shift dan non shift. Hasil analisis ekonomi diperoleh, ROI (Return on Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 61,19 % dan 42,83 %, POT (Pay Out Time) sebelum dan sesudah pajak selama 1,40 dan 1,89 tahun, BEP (Break Event Point) 44%, dan SDP 31 %. Sedangkan DCF (Discounted Cash Flow) sebesar 36,25%. Jadi dari segi ekonomi pabrik tersebut layak untuk didirikan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Kimia
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 26 Jan 2016 14:31
    Last Modified: 26 Jan 2016 14:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23113

    Actions (login required)

    View Item