"KAIFIYAT SEMBAHYANG HAJAT": Suntingan Teks dan Analisis Isi Berdasarkan Ilmu Fikih

HANDAYANI, RINI (2016) "KAIFIYAT SEMBAHYANG HAJAT": Suntingan Teks dan Analisis Isi Berdasarkan Ilmu Fikih. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (634Kb) | Preview

    Abstract

    Rini Handayani. C0210058. 2015. “Kaifiyat Sembahyang Hajat”: Suntingan Teks dan Analisis Isi Berdasarkan Ilmu Fikih. Skripsi: Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana suntingan teks Kaifiyat Sembahyang Hajat? (2) Bagaimana isi dalam teks Kaifiyat Sembahyang Hajat? Tujuan penelitian ini adalah (1) Menyajikan suntingan teks Kaifiyat Sembahyang Hajat yang baik dan benar. (2) Mengungkapkan isi ajaran fikih dalam teks Kaifiyat Sembahyang Hajat. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah teks Kaifiyat Sembahyang Hajat. Naskah ini tersimpan di Museum Negeri Banda Aceh, jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah no 12, Baiturahman, Banda Aceh, Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode penyuntingan teks dan metode pengkajian teks. Metode penyuntingan teks yang digunakan adalah metode standar. Metode pengkajian teks yang digunakan adalah metode analisis isi berdasarkan tinjauan ajaran fikih. Teknik penyajian analisis data yang digunakan adalah penyajian informal dan penyajian formal. Teknik penarik simpulan yang digunakan adalah teknik induktif. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, secara keseluruhan terdapat 20 kesalahan salin tulis, meliputi: 9 lakuna, 2 adisi, 2 substitusi, dan 3 ditografi. Kedua, isi ajaran fikih dalam teks Kaifiyat Sembahyang Hajat berupa arti dari Kaifiyat yaitu tatacara, Sembahyang yaitu cara untu berdoa (salat dalam Islam), dan Hajat yaitu keinginan. Kaifiyat Sembahyang Hajat memiliki arti sebagai tatacara berdoa (salat dalam Islam) agar keinginannya terkabul. Tatacara mengerjakannya sama dengan mengerjakan salat yang lain. Hanya saja yang memebedakan adalah bacaan surat dan lebih baik jika membaca Ayat Kursi, Al-Ikhlas, A-Nas, Al-Falak, QS.Ghofir:44, QS.Asy-Syuro:53, QS.Ash-Shaff:13, dan QS.Al-Fath:1.. Salat hajat dikerjakan sebanyak empat rakaat dan dilakukan setelah magrib (malam hari). Setelah selesai salat membaca dzikir sebanyak seratus kali, yaa latif seratus kali, yaa mujib seratus kali, mengucap ghufronaka rabbana wa ilaikal mashiir seratus kali, rabbana taqabbal minna innaka anta sami`ul `alim seratus kali dan juga salawat atas Nabi Muhammad Saw. dan setelah itu membaca doa hajat dan mengucapkan hajatnya lalu bersujud.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 26 Jan 2016 11:41
    Last Modified: 26 Jan 2016 11:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23069

    Actions (login required)

    View Item