PERUBAHAN DAERAH PERTANIAN TADAH HUJAN MENJADI PERTANIAN IRIGASI DI KECAMATAN TANON (1975-1985) (STUDI KASUS SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN TANON DAERAH IRIGASI WADUK KETRO DAN BENDUNG SUWATU)

MUSTOFA, FAJAR ARI (2016) PERUBAHAN DAERAH PERTANIAN TADAH HUJAN MENJADI PERTANIAN IRIGASI DI KECAMATAN TANON (1975-1985) (STUDI KASUS SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN TANON DAERAH IRIGASI WADUK KETRO DAN BENDUNG SUWATU). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (541Kb) | Preview

    Abstract

    PERUBAHAN DAERAH PERTANIAN TADAH HUJAN MENJADI PERTANIAN IRIGASI DI KECAMATAN TANON (1975-1985) (Studi Kasus Sosial Ekonomi di Kecamatan Tanon Daerah Irigasi Waduk Ketro dan Bendung Suwatu) Fajar Ari Mustofa Drs. Sri Agus, M. Pd. ABSTRAK 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang pembangunan Bendung Suwatu dan pemeliharaan Waduk Ketro sebagai salah satu sistem irigasi yang ada di Sragen wilayah utara sungai Bengawan Solo khususnya wilayah Kecamatan Tanon (1975-1985) (2) pengaruh irigasi terhadap kelembagaan sistem pengelolaan air di Sragen wilayah utara sungai Bengawan Solo khususnya wilayah Kecamatan Tanon (1975-1985) (3) pengaruh sistem irigasi terhadap masyarakat di Sragen wilayah utara sungai Bengawan Solo khususnya wilayah Kecamatan Tanon (1975-1985). Penelitian ini menggunakan metode historis, sehingga langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi heuristik, kritik sumber baik intern maupun ekstern, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data diperoleh dari arsip-arsip yang tersedia di Badan Pusat Statistik Kab. Sragen, DPU Kab. Sragen, dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bengawan Solo juga beberapa buku dan karya ilmiah. Data yang terkumpul kemudian dianalisa kebenarannya menggunakan kritik sumber. Hasil analisa kemudian diinterpretasikan berdasarkan kronologisnya. Hasil penelitian menunjukkan pada tahun 1975-1985 pemerintah pusat memfokuskan pembangunan negara untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian.Kegiatan pertanian ditingkatkan dengan pembangunan kembali saluran irigasi lama maupun pembangunan saluran irigasi baru.Waduk ketro dan Bendung Suwatu merupakan contoh kebijakan yang mampu merubah pola tanam pertanian di Kecamatan Tanon kab. Sragen. Petani yang sebelumnya menggunakan sistem sawah tadah hujan (1 kali masa tanam dalam setahun) dengan hasil panen hanya berkisar 4-5 ton perpanen,dengan penggunaan sistem irigasi, masa tanam dapat dioptimalkan menjadi 2 kali masa tanam padi dengan hasil berkisar 6-7 ton gabah perpanen. Selain itu, kemudahan irigasi mampu memperingan biaya tanam, sehingga kesejahteraan bersama mampu dicapai dengan baik. Peran serta masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan bersama merupakan kunci keberhasilan berbagai program pemerintah ini. Pada kasus di Kecamatan Tanon, kelompok masyarakat yang aktif dalam organisasi dharma Tirta merupakan usur pendorong bagi masyarakat umum untuk aktif dan terus belajar.Selain pembangunan sistem irigasi di Kecamatan Tanon, pemerintah juga melakukan berbagai program pendorong ekonomi kreatif dalam masyarakat, seperti pelatihan budidaya ikan, pengembangan ternak dan bantuan modal dalam unit usaha di daerah. Keberhasilan ini, semakin mengeliatkan kegiatan dan dinamika sosial masyarakat.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 26 Jan 2016 11:11
    Last Modified: 26 Jan 2016 11:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/23059

    Actions (login required)

    View Item