FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RASIO PEMBAYARAN DIVIDEN (Studi pada Perusahaan yang Terdaftardi BEI tahun 2005-2008)

MUSTHIKAWATI, NOVENTRI (2010) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RASIO PEMBAYARAN DIVIDEN (Studi pada Perusahaan yang Terdaftardi BEI tahun 2005-2008). Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (502Kb)

    Abstract

    Saat ini perusahaan dituntut untuk dapat mengelola keuntungan atau laba yang diperoleh secara tepat dan optimal. Karena besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan akan menentukan keberlangsungan perusahaan tersebut dimasa yang akan datang. Bagi perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (PT), laba yang diperoleh akan dialokasikan pada dua komponen yaitu dividen dan laba ditahan. Laba yang dialokasikan pada laba ditahan akan digunakan oleh perusahaan untuk diinvestasikan kembali pada aktiva-aktiva yang menguntungkan, misalnya digunakan untuk membeli sekuritas. Sedangkan laba yang dialokasikan pada dividen akan dibagikan kepada investor sebagai returnatas dana yang diinvestasikan dalam bentuk saham Dividen merupakan salah satu keuntungan yang diharapkan oleh investor yang berinvestasi dalam bentuk saham. Dividen adalah proporsi laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimilikinya. Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dapat dinyatakan sebagai prosentase atas nilai saham atau sejumlah uang tiap lembar saham yang dimiliki. Prosentase besarnya dividend per share dibandingkan dengan Earning per share disebut sebagai dividend payout ratio. Kebijakan terhadap pembayaran dividen merupakan keputusan yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Kebijakan ini akan melibatkan dua pihak yang mempunyai kepentingan berbeda yaitu pihak pertama para pemegang saham dan pihak kedua perusahaan itu sendiri. Dividen diartikan sebagai pembayaran kepada pemegang saham oleh pihak perusahaan atas keuntungan yang diperolehnya. Kebijakan dividen adalah kebijakan yang berhubungan dengan pembayaran dividen oleh pihak perusahaan, berupa penentuan besarnya laba ditahan untuk kepentingan pihak perusahaan. Jika manajemen meningkatkan porsi laba perlembar saham yang dibayarkan sebagai dividen, maka mereka dapat meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham. Hal ini menyarankan bahwa keputusan dividen yaitu dividen yang dibayarkan merupakan suatu hal yang sangat penting (Alexander, et al dalam Prihantoro, 2003) Keputusan pembagian dividen merupakan suatu masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan. Manajemen sering mengalami kesulitan untuk memutuskan akan membagi dividennya atau akan menahan laba untuk diinvestasikan kembali guna meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Menurut Halim (2005) dalam Nurdiana (2007) sampai saat ini terdapat kontroversi tentang dividen yang seharusnya dibayarkan. Ada pihak yang berpendapat bahwa dividen seharusnya dibayarkan setinggi-tingginya, dividen dibayarkan serendah-rendahnya, dan dividen seharusnya dibayarkan setelah semua kesempatan investasi yang memenuhi persyaratan didanai. Pihak yang menyatakan bahwa sebaiknya dividen dibayarkan setinggi-tingginya beranggapan bahwa harga saham dipengaruhi oleh dividen yang dibayarkan. Bagi investor, jumlah rupiah yang diterima dari pembayaran dividen resikonya lebih kecil dari pada keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) dan dividen lebih dapat diperkirakan sebelumnya sedangkan capital gainlebih sulit diperkirakan. Disamping itu pembayaran dividen yang tinggi akan memberikan informasi yang baik tentang pertumbuhan laba perusahaan sehingga harga saham akan naik. Pihak yang menyatakan bahwa dividen sebaiknya dibayarkan serendah-rendahnya beranggapan bahwa biaya mengambang dan tarif pajak dividen lebih besar dari pada tarif pajak capital gain. Namun keputusan perusahaan untuk membayar dividen yang rendah akan menimbulkan pandangan pihak eksternal bahwaprofitabilitas perusahaan buruk sehingga akan berdampak pada turunnya harga saham. Pihak yang menyatakan bahwa dividen dibayarkan setelah adanya kesempatan investasi yang menguntungkan yang memenuhi persyaratan didanai, beranggapan bahwa tidak ada pajak perseorangan atau perusahaan, tidak ada biaya mengambang, kebijakan dividen tidak mempengaruhi biaya modal sendiri dan keputusan investasi terpisah dari keputusan pendanaan. Bila dievaluasi secara mendasar dari tiga perbedaan pendapat tentang kebijakan dividen tersebut, sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti mengenai berapakah besarnya proporsi dividen yang menguntungkan bagi pemegang saham maupun bagi perusahaan. Umumnya pihak manajemen menahan kas untuk melunasi hutang atau meningkatkan investasi. Maksudnya pengurangan hutang akan mengurangi cash outflow berupa interest expense atau investasi dapat memberikan pengembalian berupa cash inflow bagi perusahaan. Disisi lain, pemegang saham mengharapkan dividen kas dalam jumlah relatif besar karena ingin menikmati hasil investasi pada saham perusahaan. Kondisi inilah yang dipandang teori agensi sebagai konflik antara prinsipal dan agen (Jensen dan Meckling, 1976). Berdasarkan agency theory, pihak manajemen adalah agen (agents) pemilik, sedangkan pemilik perusahaan merupakan principal. Jensen dan Meckling (1976) memperlihatkan bahwa pemilik dapat meyakinkan diri mereka bahwa agen akan membuat keputusan yang optimal bila terdapat insentif yang memadai dan mendapatkan pengawasan dari pemilik. Konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham akan mengakibatkan biaya keagenan (agency cost). Biaya keagenan dapat diminimalkan dengan suatu mekanisme pengawasan yang dapat mensejajarkan kepentingan yang terkait tersebut. Kebijakan dividen kas dapat menjadi salah satu bentuk mekanisme pengawasan pemegang saham terhadap pihak manajemen. Pemegang saham berusaha menjaga agar pihak manajemen tidak terlalu banyak memegang kas karena kas yang banyak akan menstimulus pihak manajemen untuk menikmati kas tersebut bagi kepentingan dirinya sendiri. Berbagai pertimbangan mengenai penetapan jumlah yang tepat untuk dibayarkan sebagai dividen adalah sebuah keputusan finansial yang sulit bagi pihak manajemen (Roos, 1977). Keputusan suatu perusahaan mengenai dividen terkadang diintegrasikan dengan keputusan pendanaan dan keputusan investasi. Semakin rumit kegiatan perusahaan maka konflik kepentingan antara pemegang saham dan pihak manajemen semakin banyak. Perusahan memiliki pemisahan yang jelas antara kepemilikan (ownership), pengoperasian (operation), dan pengendalian (control). Pemisahan antara fungsi kepemilikan (ownership), pengoperasian (operation), dan pengendalian (control) memungkinkan manajemen lebih mementingkan kepentingan mereka daripada kepentingan perusahaan atau para pemilik. Penelitian Al- Malkawi (2008) di Jordan menggunakan variabel agency costs, size, profitabilitas, financial leverage, pertumbuhan dan kesempatan investasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap dividend payout ratio.Hasil penelitian mengungkap bahwavariabel pertumbuhan dan kesempatan investasi, size dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio, sedangkan agency costs dan financial leveragebernilai negatif terhadap dividend payout ratio. Ooi (2001) meneliti tentang perusahaan properti di Amerika menggunakan variable tipe perusahaan real estate(TYPE), laba perusahaan (ROA), growth opportunities (MTBV), growth rate (GRWTH) Firm Size (SIZE) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap dividend payout ratio. Hasil penelitian mengungkap bahwa ROA dan SIZE memiliki pengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio. MTBV berpengaruh negatif signifikan, sedangkan tipe perusahaan dan growth rate berpengaruh tidak signifikan terhadap dividend payout ratio. Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penelitian ini ingin mengetahui: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rasio Pembayaran Dividen (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2008)

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HG Finance
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
    Depositing User: Yudha Adhitya
    Date Deposited: 12 Jul 2013 00:29
    Last Modified: 12 Jul 2013 00:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2303

    Actions (login required)

    View Item