“CHITOSAN BANDAGE (CHABAGE) : INOVASI PERBAN CHITOSAN SEBAGAI LANGKAH DINI CEGAH RISIKO INFEKSI LUKA MENUJU INDONESIA SEHAT SIAP MEA”

Nabila, Salma and Hadisaputri, Mega Permata and Nurcahyo, Fajar Heri (2016) “CHITOSAN BANDAGE (CHABAGE) : INOVASI PERBAN CHITOSAN SEBAGAI LANGKAH DINI CEGAH RISIKO INFEKSI LUKA MENUJU INDONESIA SEHAT SIAP MEA”. “CHITOSAN BANDAGE (CHABAGE) : INOVASI PERBAN CHITOSAN SEBAGAI LANGKAH DINI CEGAH RISIKO INFEKSI LUKA MENUJU INDONESIA SEHAT SIAP MEA”.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (199Kb) | Preview

    Abstract

    Optimalisasi perkembangan di bidang kesehatan merupakan poin penting dalam menyambut dimensi masyarakat ekonomi ASEAN. Salah satu masalah kesehatan yang belum teroptimalisasi adalah penanganan terhadap luka. Di Indonesia angka infeksi untuk luka mencapai 2.30 sampai dengan 18.30 % (Depkes RI, 2001). Penanganan luka lain yang tidak asing dalam dunia kesehatan Indonesia adalah penanganan luka dengan metode konvensional. Metode konvensional adalah metode penanganan luka dengan menciptakan suasana lembab pada daerah luka menggunakan kasa lembab. Perawatan luka dengan metode konvensional dinilai kurang efektif dikarenakan cara perawatan luka ini seringkali memerlukan penggantian kasa sebelum kasa kering agar daerah luka tetap lembab. Oleh karena itu perlunya penganangan luka dengan metode lain yang lebih efektif. Salah satunya yaitu dengan metode pengananan luka yang modern. Chitosan Bandage (ChaBage) adalah perpaduan dari metode konvensional dressing dan modern dressing dengan perpaduan perban dan occlusive dressing. Occlusive dressing disini menggunakan higrogel yang berasal dari campuran madu, kitosan dan gelatin. Adapun jenis chitosan yang cocok digunakan untuk perban yaitu Chitosan-LA. Terdapat dua penelitian yang menjadi dasar acuan penulisan ini yaitu yang pertama tentang “Pengaruh Variasi Komposisi Madu Terhadap Karakteristik Hidrogel Kitosan, Madu Dan Gelatin Untuk Aplikasi Occlusive Dressing” oleh Enya Rima Rahmah, dkk. Menyebutkan bahwa telah dilakukan penelitian madu terhadap karakteristik hidrogel kitosan, madu dan gelatin untuk aplikasi occlusive dressing. Penambahan madu bertujuan agar hidrogel kitosan, madu dan gelatin lebih fleksibel dan memiliki sifat mekanik yang baik sehingga dapat diaplikasikan sebagai occlusive dressing sesuai dengan standar yang ada.

    Item Type: Article
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > D4 - Keselamatan Kerja
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Fisika
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Kimia
    Depositing User: Afifah Nur Laili
    Date Deposited: 21 Jan 2016 22:36
    Last Modified: 17 Mar 2017 14:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22994

    Actions (login required)

    View Item