“BIMA-SAKA” (BIODIESEL MINYAK KELAPA DENGAN KATALIS SABUT KELAPA) SEBAGAI INOVASI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN

Ni’maturrohmah, Dwi and Sari, Putri Luthfiana and Sari, Putri Puspita (2016) “BIMA-SAKA” (BIODIESEL MINYAK KELAPA DENGAN KATALIS SABUT KELAPA) SEBAGAI INOVASI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN. “BIMA-SAKA” (BIODIESEL MINYAK KELAPA DENGAN KATALIS SABUT KELAPA) SEBAGAI INOVASI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (174Kb) | Preview

    Abstract

    Energi merupakan persoalan yang krusial di berbagai belahan dunia. Pasokan energi dalam negeri mengalami kendala yaitu tingkat produksi energi yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan tingkat konsumsi oleh masyarakat. Alternatif untuk menyeimbangkan antara permintaan dan produksi energi yaitu dengan mencari sumber energi alternatif lain yang lebih ekonomis, ramah lingkungan dan bersifat terbarukan (renewable) dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Pembuatan biodiesel pada saat ini menggunakan bahan alam antara lain minyak randu, minyak jarak, minyak kelapa sawit dan minyak kelapa yang dilakukan dengan konversi asam lemak dalam minyak menggunakan katalis seperti K2CO3, CaCO3, KOH, dan NaOH. Biodiesel yang dihasilkan dari minyak jarak dalam penelitian Husin et al. (2011) menggunakan katalis K2CO3 komersial dengan yield 72%-75%, abu tandan sawit dengan yield sekitar 85% dan abu sabut kelapa dengan yield 87%-88%. Banyaknya kelapa yang ada di Indonesia dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Khusus di Indonesia, pengembangan biodiesel dari minyak kelapa dirasa memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan dengan minyak jarak karena ketersediaan akan bahan baku yang cukup banyak. Produksi minyak nabati dalam jarak sebesar 790 kg/ha sedangkan kelapa sebesar 2260 kg/ha. Prosentase kandungan asam lemak dalam jarak sebesar 40%-60% sedangkan dalam kelapa sebesar 60%-70% sehingga biodiesel yang dihasilkan dari kelapa akan lebih banyak karena kadar asam lemak dalam kelapa lebih besar dibandingkan dengan kadar asam lemak dalam jarak. Kelapa mempunyai hasil samping berupa sabut kelapa yang merupakan bagian terbesar dari buah kelapa yaitu sekitar 35% dari bobot buah kelapa. Potensi produksi sabut kelapa yang sedemikian besar belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomisnya. Sabut kelapa mengandung K2CO3 yang dapat digunakan sebagai katalis dalam pembuatan biodiesel. Berdasarkan studi literatur dari penelitian yang telah dilakukan oleh Husin et al. (2011) diperoleh inovasi pembuatan biodiesel dari minyak kelapa menggunakan katalis abu sabut kelapa dengan harapan dari inovasi tersebut didapat yield yang lebih besar serta kualitas yang lebih baik. Kata kunci : Biodiesel, Minyak Kelapa, Katalis, Sabut Kelapa

    Item Type: Article
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
    Depositing User: Afifah Nur Laili
    Date Deposited: 21 Jan 2016 11:22
    Last Modified: 17 Mar 2017 14:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22981

    Actions (login required)

    View Item