Tinjauan tentang kekuatan pembuktian kesaksian ibu dan kakak kandung terdakwa dalam pemeriksaan perkara perampasan kemerdekaan (Studi Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 1030/Pid.B/2014/PN.Bdg)

PULUNGSARI, DIAN DEWI (2016) Tinjauan tentang kekuatan pembuktian kesaksian ibu dan kakak kandung terdakwa dalam pemeriksaan perkara perampasan kemerdekaan (Studi Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 1030/Pid.B/2014/PN.Bdg). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (65Kb) | Preview

    Abstract

    DIAN DEWI PULUNGSARI, E0010108.2015. “TINJAUAN TENTANG KEKUATAN PEMBUKTIAN KESAKSIAN IBU DAN KAKAK KANDUNG TERDAKWA DAN PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERAMPASAN KEMERDEKAAN (Studi Putusan Nomor:1030/Pid.B/2014/PN.BDG) ”.FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kesaksian ibu dan kakak kandung terdakwa dalam pemeriksaan perkara perampasan kemerdekaan di Pengadilan Negeri Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif bersifat preskriptif dan terapan. Pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, dengan teknik analisis bahan hukum menggunakan metode deduksi silogisme. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan dalam Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor:1030/Pid.B/2014/PN.BDG Keterangan saudara yang memiliki keterikatan pertalian darah dapat dijadikan keterangan di bawah sumpah dan itu pula atas kehendak penuntut umum dan terdakwa. Keterangan yang berasal dari ibu kandung dan kakak kandung terdakwa tidak dapat dinilai sebagai alat bukti tetapi hanya dapat dipergunakan untuk memperkuat keyakinan hakim saja. Keterangan yang berasal dari ibu dan kakak kandung terdakwa hanya dapat dipergunakan sebagai tambahan untuk menguatkan alat bukti yang lainnya sepanjang keterangan tersebut mempunyai persesuaian dengan alat bukti lainnya. Hakim telah mempertimbangkan segala bukti-bukti dan fakta-fakta yuridis yang telah ditemukan dalam pemeriksaan sidang pengadilan. Dalam perkara perampasan kemerdekaan ini salah satunya adalah adanya alat bukti keterangan saksi. Keterangan yang diberikan oleh saksi yang mempunyai pertalian darah dengan terdakwa yang secara undang-undang tidak dapat diberikan dengan sumpah namun dapat mempengaruhi keyakinan hakim untuk dijadikan dasar pertimbangannya apabila terdapat persesuaian dengan alat bukti lain, walaupun keterangan saksi yang mempunyai pertalian darah dengan terdakwa tidak mempunya nilai sebagai alat bukti. Akan tetapi, hakim dalam mempergunakan kewenangan dalam penilaian pembuktian, harus benar-benar bertanggung jawab atas kebenaran dalam pembuktian sebuah perkara agar dapat mewujudkan negara yang mempunyai pondasi hukum yang kokoh. Kata Kunci : Kesaksian, Pertalian Sedarah, Perampasan Kemerdekaan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 19 Jan 2016 17:11
    Last Modified: 19 Jan 2016 17:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22910

    Actions (login required)

    View Item