PENILAIAN TERHADAP KINERJA JALAN HASIL SISTEM KONTRAK BERBASIS KINERJA (KBK) DAN KONTRAK KONVENSIONAL (Studi Kasus Kontrak Berbasis Kinerja Semarang-Bawen Pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Metro Semarang dengan Kontrak Konvensional Peningkatan Struktur Jalan Palur-Batas Kota Sragen Cs Pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Tengah)

BAHADURI, ADISTA ARDI (2016) PENILAIAN TERHADAP KINERJA JALAN HASIL SISTEM KONTRAK BERBASIS KINERJA (KBK) DAN KONTRAK KONVENSIONAL (Studi Kasus Kontrak Berbasis Kinerja Semarang-Bawen Pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Metro Semarang dengan Kontrak Konvensional Peningkatan Struktur Jalan Palur-Batas Kota Sragen Cs Pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Tengah). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (229Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Kontrak umumnya di Indonesia merupakan kontrak konvensional dimana terpisah antara perencanaan, konstruksi dan pemeliharaan. Di Indonesia mulai diperkenalkan metode kontrak yang inovatif dengan sistem Kontrak Berbasis Kinerja (KBK) dimana ditambahkan layanan pemeliharaan agar kinerja jalan terpelihara. Tujuan penelitian untuk mengetahui sisa umur layan, kinerja jalan selama umur layan dan pemeliharaan pasca konstruksi kontrak Berbasis Kinerja Semarang Bawen dan kontrak konvensional Peningkatan Struktur Jalan Palur-Batas Kota Sragen Cs. Metode prediksi sisa umur layan menggunakan remaining life AASHTO 1993, penilaian kinerja jalan selama umur layan digunakan Standar Penilaian Minimum (SPM) Permen PU No.01/PRT/M/2014 batasan penilaian Indikator Persentase Kondisi Jalan Nasional Baik dan Sedang berdasarkan nilai kerataan jalan (IRI) perkerasan lentur. Pemeliharaan jalan pasca konstruksi Kontrak Berbasis Kinerja acuan Spesifikasi Kinerja dan Keluaran dokumen kontrak, Kontrak Konvensional mengacu Syarat-Syarat Khusus Kontrak Indikator Kinerja Jalan perkerasan lentur/kaku dan Batas Waktu Tanggap Penanganan. Hasil penelitian Kontrak Berbasis Kinerja selama umur layan 10 tahun, sisa umur layan skenario jalan tol beroperasi sebesar 61,09%, skenario jalan tol tidak beroperasi terlampaui sebesar 35.67%. Penilaian Kinerja Jalan berdasarkan SPM kondisi jalan perkerasan lentur sepanjang 10.242 km skenario jalan tol beroperasi sebesar 100% dengan kriteria nilai IRI selama 8 tahun Baik, 2 tahun Sedang, skenario jalan tol tidak beroperasi sebesar 100% dengan kriteria nilai IRI selama 3 tahun Baik, 7 tahun Sedang. Untuk pemeliharaan pasca konstruksi penyedia jasa melaksanakan pemeliharaan jalan sesuai indikator kinerja dengan baik berdasarkan inspeksi informal, inspeksi formal dan Berita Acara Pemenuhan Tingkat Layanan dengan kesimpulan tidak ada denda yang diberlakukan. Pada Kontrak Konvensional selama umur layan 5 tahun, sisa umur layan skenario kondisi beban normal sebesar 36.47%, skenario kondisi beban overload terlampaui sebesar 36.14%. Penilaian Kinerja Jalan berdasarkan SPM kondisi jalan perkerasan lentur sepanjang 2.69 km skenario kondisi beban normal sebesar 100% dengan kriteria nilai IRI selama 5 tahun Baik, skenario kondisi beban overload sebesar 100% dengan kriteria nilai IRI selama 5 tahun Baik. Untuk pemeliharaan pasca konstruksi penyedia jasa melaksanakan pemeliharaan jalan sesuai indikator kinerja dengan baik berdasar visual dilapangan dan tidak ada denda juga. Dari sisi kinerja jalan KBK lebih baik dari kontrak konvensional. . Kata Kunci: Kontrak, Umur rencana, Kinerja jalan, Pemeliharaan jalan

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 19 Jan 2016 12:40
    Last Modified: 19 Jan 2016 12:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22871

    Actions (login required)

    View Item