PEMBELAJARAN NONFORMAL KERAJINAN DAUR ULANG SAMPAH SEBAGAI UPAYA PEMBEKALAN MEMASUKI INDUSTRI KREATIF ANAK PUTUS SEKOLAH DI BALAI REHABILITASI SOSIAL “KARTINI” TAWANGMANGU TAHUN 2014

MULYANA, RACHMI KURNIA (2014) PEMBELAJARAN NONFORMAL KERAJINAN DAUR ULANG SAMPAH SEBAGAI UPAYA PEMBEKALAN MEMASUKI INDUSTRI KREATIF ANAK PUTUS SEKOLAH DI BALAI REHABILITASI SOSIAL “KARTINI” TAWANGMANGU TAHUN 2014. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (98Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian ini untuk : (1) mengetahui proses pembelajaran nonformal kerajinan daur ulang Sampah di Balai Rehabilitasi Sosial “Kartini” Tawangmangu mengenai materi pembelajaran dan hasil pembelajaran. (2) mengetahui wujud karya seni rupa kerajinan daur ulang sampah anak binaan Balai Rehabilitasi “Kartini” Tawangmangu.(3) mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam “Pembelajaran Nonformal Kerajinan Daur Ulang Sampah sebagai Upaya Pembekalan Memasuki Industri Kreatif Anak Putus Sekolah di Balai Rehabilitasi Sosial “Kartini” Tawangmangu Tahun 2014” Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian dan pengembangan (research and development).Pengumpulan data yang digunakan : wawancara, observasi, dan studi kepustakaan/ library research. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Informan terdiri dari penerima manfaat (anak binaan) Balai Rehabilitasi Sosial “Kartini” Tawangmangu. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan analisis model mengalir yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa diantara banyak jenis sampah yang dapat dijadikan bahan kerajinan daur ulang, tidak kesemuanya dapat dijadikan materi karena pertimbangan waktu, alat dan lainnya. Maka materi yang sesuai bagi penerima manfaat (anak binaan) adalah membuat kotak tisu dari daun pisang kering dan membuat gantungan kunci dari kain perca. Wujud karya kerajinan daur ulang sampah para penerima manfaat cukup baik, dan memiliki nilai jual jika dikemas lebih baik lagi. Faktor yang menghambat terjadinya proses pembelajaran nonformal kerajinan daur ulang adalah waktu yang kurang, peralatan yang minim, penerima manfaat kurang antusias, dan pelaksanaan pembelajaran sering berbenturan dengan kegiatan penerima manfaat yang lain. Faktor yang mendukung terjadinya proses pembelajaran nonformal kerajinan daur ulang adalah keinginan untuk memperoleh ilmu dan ketrampilan yang baik, keinginan untuk menunjukkan rasa kebersamaan, dan memberi kegiatan yang bermanfaat pada waktu luang penerima manfaat. Kata kunci : Pembelajaran Nonformal, Industri Kreatif, Kerajinan Daur Ulang,

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
    N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Seni Rupa
    Depositing User: Ihwan Ali
    Date Deposited: 11 Jan 2016 20:29
    Last Modified: 11 Jan 2016 20:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22716

    Actions (login required)

    View Item