PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana Linn.) DALAM MENCEGAH PENINGKATAN KADAR BLOOD UREA NITROGEN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI GENTAMISIN

Winiasih, Putri Ayu (2013) PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana Linn.) DALAM MENCEGAH PENINGKATAN KADAR BLOOD UREA NITROGEN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI GENTAMISIN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (602Kb) | Preview

    Abstract

    Putri Ayu Winiasih, G.0010156, 2013. Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana Linn.) dalam Mencegah Peningkatan Kadar Blood Urea Nitrogen pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar yang Diinduksi Gentamisin. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Gentamisin merupakan antibiotik yang sering digunakan pada pengobatan infeksi, terutama bakteri aerob gram negatif, namun juga bersifat nefrotoksik yang berhubungan dengan terjadinya stres oksidatif. Kulit manggis memiliki aktivitas antioksidan juga anti-inflamasi yang dapat menekan stres oksidatif dan menekan jalur inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit manggis dalam mencegah peningkatan kadar Blood Urea Nitrogen pada tikus putih galur Wistar yang diinduksi gentamisin. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan pre and post test control group design. Sampel berupa 30 ekor tikus putih jantan galur Wistar, berusia 8-12 minggu, berat badan 135-170 gram, dibagi ke dalam 3 kelompok secara acak sehingga tiap kelompok terdiri dari 10 ekor tikus. Perlakuan diberikan selama 10 hari berturut-turut. Kelompok kontrol pelarut (P1) diberi Na CMC 0.5% secara peroral, kelompok kontrol negatif (P2) diberi gentamisin (100 mg/kg BB) secara intraperitoneal (i.p.), dan kelompok perlakuan (P3) diberi gentamisin dan ekstrak kulit manggis (125 mg/kg BB). Pemberian gentamisin dibagi ke dalam tiga dosis (50 mg/kg BB; 25 mg/kg BB; 25 mg/kg BB, berturut-turut) dengan interval antar injeksi satu jam. Ekstrak kulit manggis diberikan 30 menit setelah pemberian gentamisin secara peroral. Kadar BUN diukur pada hari ke-0 dan ke-11 dengan mengambil sampel darah melalui vena retro-orbitalis. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey multiple comparison (α = 0.05). Hasil Penelitian: Pada hari ke-0, hasil uji One-Way ANOVA tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna diantara ketiga kelompok dengan p = 0.902 (p > 0.05). Pada hari ke-11, kadar BUN mengalami peningkatan paling tinggi pada P2, yang secara signifikan lebih tinggi dari P1 dan P3 dengan masing-masing p = 0.000 (p < 0.05). Hasil uji Tukey multiple comparison menunjukkan perbedaan yang bermakna pada P1-P2 dan P2-P3 dengan masing-masing p = 0.000 (p < 0.05). Pada P1-P3 tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan p = 0.458 (p > 0.05). Selisih kadar BUN pada P1-P3 tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan p = 0.386 (p > 0.05). Selisih kadar BUN pada P1-P2 dan P2-P3 menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan masing-masing p = 0.000 (p < 0.05). Simpulan: Ekstrak kulit manggis dapat mencegah peningkatan kadar BUN pada tikus putih galur Wistar yang diinduksi gentamisin secara bermakna. Kata kunci: ekstrak kulit manggis, gentamisin, BUN

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Ihwan Ali
    Date Deposited: 11 Jan 2016 14:02
    Last Modified: 11 Jan 2016 14:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22693

    Actions (login required)

    View Item