KARAKTERISASI ISOLAT AKTIF DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN UJI SITOTOKSISITAS ISOLAT AKTIFNYA TERHADAP SEL HeLa

Dewangga, Vector Stephen (2015) KARAKTERISASI ISOLAT AKTIF DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN UJI SITOTOKSISITAS ISOLAT AKTIFNYA TERHADAP SEL HeLa. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (20Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF - Published Version
    Download (847Kb) | Preview

      Abstract

      Vector Stephen Dewangga. S901308006. 2015. Karakterisasi Isolat Aktif Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Uji Sitotoksisitas Isolat Aktifnya terhadap Sel HeLa. Tesis. Pembimbing I: Prof. Dr. Okid Parama Astirin, M.S, Pembimbing II: Dr. Tetri Widiyani, M.Si. Program Studi Biosain. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. ABSTRAK Indonesia merupakan negara kedua di dunia setelah Cina yang memiliki penderita kanker serviks terbanyak, kanker ini disebabkan oleh infeksi dari Human Papilloma Virus (HPV). Sebagian besar obat-obat kemoterapi kanker memiliki efek samping berupa kerusakan-kerusakan pada jaringan yang masih sehat. Penelitian in vitro mengenai ekstrak kasar dan fraksi dari daun sirsak (Annona muricata L.) telah menunjukkan hasil yang efektif dalam menghambat pertumbuhan kanker serviks. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai Inhibition Concentration 50 (IC50) dari isolat teraktif yang diujikan pada sel HeLa dan menemukan struktur kimia dari isolat teraktif dari A. muricata L. yang dideteksi dengan Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dan spektrofotometer Ultraviolet-Visible (UV-Vis). Pencarian isolat teraktif daun A. muricata L. diawali dengan metode perkolasi menggunakan pelarut etanol 96%. Perkolat kemudian difraksinasi dengan kloroform-etil asetat (9:1 v/v), hingga diperoleh bercak tunggal pada KLT yang menandai keberadaan isolat teraktif. Isolat teraktif dikarakterisasi dengan menggunakan FT-IR dan spektrofotometer UV-Vis. Selanjutnya dilakukan uji sitotoksisitas isolat teraktif pada sel HeLa untuk dapat diketahui nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan metabolit sekunder terpenoid dan steroid pada fraksi teraktif daun A. muricata L. Dari FT-IR dijumpai 16 titik serapan, serapan pada 1.743,72 cm -1 menunjukkan keberadaan gugus lakton yang berasal dari gugus C=O pada γ–butirolakton. Dari spektrofotometer UV-Vis, dijumpai titik absorbansi maksimal pada panjang gelombang 210 nm, 213 nm dan 216-234 nm, yang menunjukkan adanya gugus ketolakton dari ikatan rangkap C=C, C=O, serta ikatan tunggal C-O yang menunjukkan adanya gugus tetrahidrofuran yang berasal dari ikatan C-O-C. Isolat teraktif fraksi kloroform-etil asetat daun A. muricata L. memiliki nilai IC50 sebesar 77,096 µg/ml terhadap sel HeLa, yang berarti potensial untuk menghambat proliferasi sel HeLa. Kata Kunci: fraksi teraktif daun Annona muricata L., FT-IR, spektrofotometer UV-Vis, sel HeLa, IC50.

      Item Type: Thesis (Masters)
      Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
      Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Biosains
      Depositing User: Inang S H
      Date Deposited: 26 Dec 2015 22:38
      Last Modified: 26 Dec 2015 22:38
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22582

      Actions (login required)

      View Item