Tinjauan Yuridis Pemilikan Tanah Dengan Status Hak Milik Oleh Warga Negara Asing Mealui Jual Beli Dengan Pinjam Nama (Nominee) Disertai Pernyataan Dan Kuasa Menjual (Analisis Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor : 82/PDT.G/2013/PN.DPS)

P, RATNA DYAH (2015) Tinjauan Yuridis Pemilikan Tanah Dengan Status Hak Milik Oleh Warga Negara Asing Mealui Jual Beli Dengan Pinjam Nama (Nominee) Disertai Pernyataan Dan Kuasa Menjual (Analisis Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor : 82/PDT.G/2013/PN.DPS). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (823Kb) | Preview

    Abstract

    Ratna Dyah Purwaningsih. S.351208035. 2015. Tinjauan Yuridis Pemilikan Tanah Dengan Status Hak Milik Oleh Warga Negara Asing Melalui Jual Beli Dengan Pinjam Nama (nominee) Disertai Pernyataan Dan Kuasa Menjual (Analisis Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor : 82/Pdt.G/2013/Pn.Dps), Tesis Program Kenotariatan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor : 82/PDT.G/2013/PN.DPS sesuai dengan hukum tanah nasional dan nilai-nilai keadilan juga untuk mengetahui akibat hukumnya terhadap perjanjian pinjam nama (nominee), pernyataan, kuasa menjual dan para pihak yang terkait. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan undang-undang. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder melalui studi dokumen berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif analitis. Hasil penelitian diketahui bahwa putusan pengadilan negeri Denpasar Nomor : 82/PDT.G/2013/PN.DPS yang memerintahkan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Badung, Bali (Turut Tergugat) mengembalikan Sertifikat Hak Milik Nomor : 5135/Kerobokan Kelod, seluas 1.450 M2 (seribu empat ratus lima puluh meter persegi) kembali atas nama I Nyoman Sutapa (Tergugat I) dan dijual lelang kemudian hasilnya digunakan untuk mengembalikan investasi Penggugat, tidaklah sesuai dengan hukum tanah nasional. Sebab dalam hukum tanah nasional yaitu Pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Pokok Agraria menyebutkan bahwa tanah jatuh pada Negara. Akan tetapi putusan tersebut telah sesuai dengan nilai-nilai keadilan khususnya bagi Penggugat (Warga Negara Asing) sebagai pencari keadilan. Akibat hukum terhadap perjanjian pinjam nama (nominee), pernyataan dan kuasa menjual menjadi batal demi hukum, kemudian tanahnya jatuh pada negara. Penggugat maupun Tergugat I tidak lagi memiliki hak atas tanah tersebut, baik secara yuridis maupun sosiologis. Sedangkan hak-hak pihak lain yang membebaninya tetap berlangsung. Berdasarkan uraian tersebut, maka seyogyanya seorang Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah bisa menjadi lebih bijak dan berhati-hati dalam melayani atau membuatkan suatu perjanjian atau akta-akta lain. Warga Negara Asing yang hendak berinvestasi di Indonesia sebaiknya menggunakan cara-cara yang legal atau sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia. Kata Kunci : jual beli tanah hak milik, warga negara asing, perjanjian pinjam nama

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Magister Kenotariatan
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 24 Dec 2015 15:13
    Last Modified: 24 Dec 2015 15:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22536

    Actions (login required)

    View Item