Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko dalam Pekerjaan Pengecoran Beton untuk Proyek Gedung dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)

RAHMAH, HANAN NUR (2015) Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko dalam Pekerjaan Pengecoran Beton untuk Proyek Gedung dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (764Kb) | Preview

    Abstract

    Abstrak Hanan Nur Rahmah, 2015, Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko pada Pekerjaan Pengecoran Proyek Gedung dengan Metode Analytic Hiararchy Process (AHP). Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pekerjaan konstruksi merupakan salah satu bidang yang memiliki risiko paling besar dibandingkan dengan industri lain. Hal ini disebabkan karena pekerjaan yang dilakukan cukup kompleks dan membutuhkan keahlian yang tinggi. Pada setiap pembangunan gedung, beton adalah bahan material yang paling sering digunakan sehingga pekerjaan pengecoran beton menjadi sangat penting untuk dipahami. Berdasarkan latar belakang diatas perlu dilakukan penelitian tentang identifikasi bahaya dan penilaian risiko konstruksi pada pekerjaan tersebut untuk membantu mencapai hasil yang maksimal. Data-data yang diambil berupa data primer yang didapat wawancara, data kuisioner serta data sekunder yang didapat dari studi pustaka. Data yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan metode untuk mengevaluasi signifikansi dari peringkat risiko dalam proyek konstruksi yaitu dengan mengalikan tingkat keparahan dan tingkat frekuensi. Setelah itu untuk mengetahui bobot risiko digunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Hasil analisis menunjukkan pada pekerjaan pengecoran beton risiko yang termasuk dalam kategori High Risk adalah ‘Ketidaksadaran Akan Keselamatan’ yang memiliki nilai 15,5333 dan ‘Keterlambatan Kesediaan Material dan Peralatan’ yang bernilai 10,3889. Sedangkan risiko yang memiliki nilai Risk Index paling besar adalah Ketidaksadaran akan keselamatan (2,2693), Terpotong/terbaret/tertusuk (peralatan/material yang berujung tajam, dll) (2,1264), dan Pekerja terpeleset/terjatuh (2,0277). Penanganan risiko yang paling banyak dipiih oleh responden adalah ‘Memindahkan Risiko dengan Asuransi’ dan ‘Mengurangi Risiko Sampai Batas yang Bisa Diterima’ yang masing-masing memiliki porsi 23%. Kata Kunci: Analytic Hierarchy Process, Identifikasi Bahaya, Pengecoran Beton, Penilaian Risiko

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 24 Dec 2015 12:53
    Last Modified: 24 Dec 2015 12:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22521

    Actions (login required)

    View Item