Hubungan status gizi, interaksi sosial, pola asuh anak dan pendidikan ibu dengan perkembangan kognitif anak

ISHARYANTI, SEPTALIA (2015) Hubungan status gizi, interaksi sosial, pola asuh anak dan pendidikan ibu dengan perkembangan kognitif anak. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (168Kb) | Preview

    Abstract

    NIM : S021308076 Nama Lengkap : SEPTALIA ISHARYANTI Fakultas : Fakultas Kedokteran Jurusan : Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Tahun Lulus : 2015 Judul Penelitian : Hubungan status gizi, interaksi sosial, pola asuh anak dan pendidikan ibu dengan perkembangan kognitif anak Jenis Dokumen : Thesis Subyek Penelitian : anak pra sekolah Abstrak : ABSTRAK HUBUNGAN STATUS GIZI, INTERAKSI SOSIAL, POLA ASUH ANAK, PENDIDIKAN IBU DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK Septalia Isharyanti1, Ismi Dwi A Nurhaeni2, Diffah Hanim3 Magister Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana UNS septalia.isharyanti@yahoo.com Latar Belakang : Periode anak merupakan masa penting dalam proses tumbuh kembangnya. Perkembangan anak sangat kompleks terdiri dari proses biologis, sosioemosional dan kognitif. Diperkirakan lebih dari 200 juta anak mengalami kegagalan dalam mencapai potensial perkembangan kognitif. Rendahnya tingkat perkembangan kognitif pada masa anak berpengaruh terhadap kesejahteraan pada masa dewasa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan status gizi, interaksi sosial, pola asuh anak dan pendidikan ibu dengan perkembangan kognitif pada anak. Metode : Jenis penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I, Kabupaten Karanganyar. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 ibu dan 80 anak prasekolah (15-20 subyek per variabel). Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan Regresi Logistik. Hasil : Umur ibu mayoritas berada pada rentang 20-34 tahun (80,0%) yaitu kategori usia reproduktif. Pendidikan ibu sebagian besar yaitu pendidikan menengah (46,3%),sehingga ibu mudah mengakses informasi kesehatan anak. Pekerjaan ibu sebagian besar yaitu ibu rumah tangga (55,0%) sehingga ibu mempunyai banyak waktu luang untuk mengasuh anaknya. Status gizi anak sebagian besar pada kategori gizi baik (83,8%) berdasarkan pengukuran BB/U. Interaksi sosial anak sebagian besar adalah baik (65%), anak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dengan mudah. Pola asuh anak rata-rata menunjukkan pola asuh demokratis (46,3%), hubungan interaksi antara orang tua dan anak bisa terjalin dengan baik. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang positif dan secara statistik signifikan antara status gizi dengan perkembangan kognitif anak (p=0,011), interaksi sosial anak dengan perkembangan kognitif anak (p=0,000), pola asuh anak dengan perkembangan kognitif anak (p=0,030), pendidikan ibu dengan perkembangan kognitif anak (p=0,023). Diperlukan perhatian yang lebih dalam proses tumbuh kembang anak untuk dapat mencapai perkembangan kognitif yang maksimal. Kata kunci : status gizi, interaksi sosial, pola asuh anak, pendidikan ibu, perkembangan kognitif anak

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 03 Dec 2015 09:27
    Last Modified: 03 Dec 2015 09:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/22314

    Actions (login required)

    View Item