tata guna lahan lerang gunung merapi paska erupsi

YANUARDY, OKKY PRAMA (2015) tata guna lahan lerang gunung merapi paska erupsi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (157Kb) | Preview

    Abstract

    Abstrak Erupsi Gunung Merapi sejak abad XVI hingga abad XX mengalami perubahan waktu istirahat dari 71 tahun menjadi 8 tahun, dengan jumlah kegiatan 7 kali menjadi 28 kali (Bronto 1996; Widiyanto dan A. Rahman, 2008). Aktivitas letusan Gunung Merapi terkini 12 Oktober – 5 November 2010 tergolong erupsi cukup besar dibandingkan erupsi tahun 1870, namun lebih kecil disbanding erupsi pada abad XVI. Jumlah material piroklastik hasil erupsinya ditaksir mencapai lebih dari 140 juta m3 (Tim Badan Litbang Pertanian, 2010). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk: 1) untuk mengetahui kondisi lahan lereng Gunung Merapi paska erupsi; dan untuk mengetahui perencanaan tata guna lahan lereng Gunung Merapi paska erupsi. Objek dalam penelitian ini adalah Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman DIY yang dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai dengan Februari 2015. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial. Hasil temuan penelitian menunjukkan: 1) Terdapat permasalahan yang terkait dengan penataan kawasan Kepuharjo pasca erupsi Merapi. Permasalahannya adalah untuk wilayah tidak diperbolehkan pengembangan permukiman baru di kawasan rawan bencana Merapi III namun terdapat beberapa masyarakat yang kurang berkenan untuk meninggalkan tanahnya. Pada KRB III masih diperbolehkan pemanfaatan untuk pertanian, ladang perkebunan, hutan, dan kegiatan pemantauan di kawasan rawan bencana Merapi III. Sementara di kawasan rawan bencana Merapi II maka diperbolehkan pengembangan permukiman, sarana dan prasarana, pertanian, dan perkebunan dengan tetap mempertahankan fungsinya sebagai kawasan penyangga di kawasan tersebut; 2)Para petani saat ini melakukan budidaya di KRB III. Pengelolaan lahan daerah terdampak langsung saat ini ada beragam seperti sayuran, rumput pakan ternak dan tanaman keras. Solusi spasial kawasan Kepuharjo sebagai upaya perencanaan tata guna lahan pasca erupsi Merapi yang dapat dilakukan adalah dengan menanam tanaman keras dan rumput; dan 3) Masyarakat dapat memanfaatkan budi daya tanaman empon-empon sebagai mata pencaharian lain warga selain dari memanfaatkan galian C yang saat ini dilakukan warga sebagai mata percaharian utama. Kata Kunci: Merapi, Erupsi, Tataguna Lahan, KRB.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 24 Nov 2015 15:32
    Last Modified: 24 Nov 2015 15:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21943

    Actions (login required)

    View Item