TAHAP BERPIKIR SISWA DALAM BELAJAR GEOMETRI PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA BERDASARKAN TAHAP BERPIKIR VAN HIELE DITINJAU DARI KECERDASAN VISUAL-SPASIAL SISWA KELAS X SMA N 1 SURAKARTA

PRASTYANINGSIH, ANA WIBAWANI (2015) TAHAP BERPIKIR SISWA DALAM BELAJAR GEOMETRI PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA BERDASARKAN TAHAP BERPIKIR VAN HIELE DITINJAU DARI KECERDASAN VISUAL-SPASIAL SISWA KELAS X SMA N 1 SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (820Kb) | Preview

    Abstract

    Ana Wibawani Prastyaningsih. TAHAP BERPIKIR SISWA DALAM BELAJAR GEOMETRI PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA BERDASARKAN TAHAP BERPIKIR VAN HIELE DITINJAU DARI KECERDASAN VISUAL-SPASIAL SISWA KELAS X SMA N 1 SURAKARTA. Skripsi, Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta. September 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1)tahap berpikir siswa dengan kecerdasanvisual-spasial rendah dalam menyelesaikan soal matematika pada pokok bahasan dimensi tiga kelas X SMA Negeri 1 Surakarta berdasarkan tahapan pembelajaran geometri Van Hiele, (2) mendeskripsikantahap berpikir siswa dengan kemampuan visual-spasial sedang dalam menyelesaikan soal matematika pada pokok bahasan dimensi tiga kelas X SMA Negeri 1 Surakarta berdasarkan tahapan pembelajaran geometri Van Hiele dan (3) mendeskripsikantahap berpikir siswa dengan kemampuan visual-spasial tinggi dalam menyelesaikan soal matematika pada pokok bahasan dimensi tiga kelas X SMA Negeri 1 Surakarta berdasarkan tahapan pembelajaran geometri Van Hiele. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini diambil dengan teknik snowball sampling. Masing-masing kategori kecerdasan visual-spasial diambil 1 subyek untuk dilakukan penelitian lebih lanjut yaitu dengan melakukan wawancara berbasis tugas dan analisis hasil wawancara. Selanjutnya diambil lagi 1 subyek dari masing-masing kategori kecerdasan visual-spasial untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Pengambilan subyek berhenti apabila telah didapatkan data yang homogen atau sama. Terdapat 9 subyek pada penelitian ini yaitu 3 orang siswa dengan kecerdasan visual-spasial rendah, 3 orang siswa dengan kecerdasan visual-spasial sedang dan 3 orang siswa dengan kecerdasan visual-spasial tinggi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara berbasis tugas. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu yaitu melakukan wawancara berbasis tugas pada waktu yang berbeda. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) deskripsi pencapaian berpikir subyek dengan kategori kecerdasan visual-spasial rendah dalam belajar geometri adalah: (a) ketiga subyek sudah mencapai tahap 0 Visualisasi dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan dalam menggambar kubus dan mengidentifikasi kedudukan garis sejajar dan berpotongan, (b) ketiga subyek sudah mencapai tahap 1 Analisis dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis menggunakan sifat kubus dalam mengidentifikasi garis bersilangan dan alasan dari masing-masing kedudukan garis, (c) ketiga subyek belum mencapai tahap 2 Deduksi Informal yang ditandai dengan subyek belum mampu memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis dalam mengidentifikasi sudut yang dibentuk oleh garis dan bidang pada kubus, (d) ketiga subyek belum mencapai tahap 3 Deduksi yang ditandai dengan subyek belum mampu memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara formal berdasarkan teorema maupun konsep terdahulu dalam membuktikan pernyataan jarak dua bidang sejajar pada kubus; (2) deskripsi pencapaian berpikir subyek dengan kategori kecerdasan visual-spasial sedang dalam belajar geometri adalah: (a) ketiga subyek sudah mencapai tahap 0 Visualisasi dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan dalam menggambar kubus dan mengidentifikasi kedudukan garis sejajar dan berpotongan, (b) ketiga subyek sudah mencapai tahap 1 Analisis dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis menggunakan sifat kubus dalam mengidentifikasi garis bersilangan dan alasan dari masing-masing kedudukan garis, (c) ketiga subyek sudah mencapai tahap 2 Deduksi Informal dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis dalam mengidentifikasi sudut yang dibentuk oleh garis dan bidang pada kubus, (d) ketiga subyek belum mencapai tahap 3 Deduksi yang ditandai dengan subyek belum mampu memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara formal berdasarkan teorema maupun konsep terdahulu dalam membuktikan pernyataan jarak dua bidang sejajar pada kubus; (3) deskripsi pencapaian berpikir subyek dengan kategori kecerdasan visual-spasial tinggi dalam belajar geometri adalah: (a) ketiga subyek sudah mencapai tahap 0 Visualisasi dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan dalam menggambar kubus dan mengidentifikasi kedudukan garis sejajar dan berpotongan, (b) ketiga subyek sudah mencapai tahap 1 Analisis dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis menggunakan sifat kubus dalam mengidentifikasi garis bersilangan dan alasan dari masing-masing kedudukan garis, (c) ketiga subyek sudah mencapai tahap 2 Deduksi Informal dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis dalam mengidentifikasi sudut yang dibentuk oleh garis dan bidang pada kubus, (d) ketiga subyek sudah mencapai tahap 3 Deduksi dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara formal berdasarkan konsep perbandingan dalam membuktikan pernyataan jarak dua bidang sejajar pada kubus. Kata kunci:tahap berpikir, geometri, tahap berpikir Van Hiele, kecerdasan visual-spasial

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 20 Nov 2015 15:04
    Last Modified: 20 Nov 2015 15:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21777

    Actions (login required)

    View Item