PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK – PAIR – SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN OPEN - ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X MIA 1 SMA MTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

SIGIT, RIMBATMOJO (2015) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK – PAIR – SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN OPEN - ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X MIA 1 SMA MTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (627Kb) | Preview

    Abstract

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK–PAIR–SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X MIA 1 SMA MTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Agustus 2015. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran TPS dengan pendekatan Open-Ended dapat meningkatkan semua aspek kemampuan komunikasi matematis siswa, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran TPS dengan pendekatan Open-Ended yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis Siswa Kelas X MIA 1 SMA MTA Surakarta dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan model pembelajaran TPS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah guru matematika dan Siswa Kelas X MIA 1 SMA MTA Surakarta tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 28 siswa. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data kemampuan komunikasi matematis siswa yang menyangkut 4 aspek, yaitu kemampuan gramatikal, sosiolinguistik, strategis dan diskusi. Untuk data kemampuan gramatikal, sosiolinguistik dan strategis diperoleh dari hasil tes akhir siklus, sedangkan untuk kemampuan diskusi diperoleh dari hasil observasi selama proses pembelajaran dan diskusi setelah tes akhir siklus. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah setidaknya 30% siswa telah mencapai minimal level 3 untuk setiap aspek kemampuan komunikasi matematis yang diungkapkan oleh Olivares, dengan pelevelan berpedoman pada rubrik skoring kemampuan komunikasi matematis yang diungkapkan oleh Asikin (2003). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa langkah pembelajaran dengan model TPS yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis adalah: 1) Kegiatan awal, yaitu: a) Guru mengkondisikan siswa siap belajar dan memberikan motivasi kepada siswa. b) Guru mengingatkan kembali kepada siswa materi yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2) Kegiatan inti: a) Think, yang meliputi: (1) Guru menyampaikan materi sebagai bekal siswa untuk menyelesaikan permasalahan pada LKS. (2) Siswa membaca, mencermati dan mencatat informasi yang berkaitan dengan masalah yang ada dalam LKS dan membuat rencana penyelesaian sesuai dengan bekal pengetahuan yang telah dimiliki. b) Pair, yang meliputi: (1) Siswa berbagi pendapat/ide dengan teman sekelompoknya. (2) Siswa mendengarkan pendapat dari teman sekelompoknya dan mencatat persamaan maupun perbedaan pendapat berkaitan dengan masalah yang terdapat dalam LKS. c) Share, yang meliputi: (1) Siswa bersama teman sekelompoknya mendiskusikan penyelesaian yang terbaik berkaitan dengan masalah yang disajikan dalam LKS kemudian membuat kesimpulan. (2) Guru meminta perwakilan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. (3) Guru mengklarifikasi hasil diskusi yang telah dipresentasikan dan memastikan semua siswa memahaminya. 3) Penutup, yaitu: a) Guru memberikan kuis untuk mengecek pemahaman siswa. b) Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah berlangsung. c) Guru menginformasikan kepada siswa materi yang akan dipelajari pada pertemuan yang akan datang dan meminta siswa untuk membaca dan menyiapkan pertanyaan untuk dibahas dipertemuan yang akan datang. Berdasarkan pembelajaran tersebut, kemampuan komunikasi matematis siswa pada aspek kemampuan gramatikal meningkat sebesar 31,14%. Untuk kemampuan sosiolinguistik, meningkat sebesar 40,5%. Pada aspek kemampuan strategis, meningkat sebesar 33,33%, sedangkan pada kemampuan diskusi meningkat sebesar 25%. Kata kunci: Think-Pair-Share, pendekatan Open-Ended, komunikasi matematis, kemampuan komunikasi matematis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 20 Nov 2015 14:48
    Last Modified: 20 Nov 2015 14:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21773

    Actions (login required)

    View Item