TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PERTUNJUKAN WAYANG LAKON DEWARUCI OLEH DALANG KI MANTEB SOEDHARSONO

WIJAYANTI, KENFITRIA DIAH (2009) TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PERTUNJUKAN WAYANG LAKON DEWARUCI OLEH DALANG KI MANTEB SOEDHARSONO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1287Kb)

    Abstract

    Kenfitria Diah Wijayanti. C0105028. 2009. Tindak Tutur Direktif dalam Pertunjukan Wayang Lakon Dewaruci oleh Dalang Ki Manteb Soedharsono. Skripsi: Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini memfokuskan permasalahan pada tindak tutur direktif dalam pertunjukan wayang lakon Dewaruci oleh dalang Ki Manteb Soedharsono. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk: (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif, (2) mendeskripsikan fungsi dan makna tindak tutur direktif, (3) mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi tindak tutur direktif. Pendekatan pragmatik digunakan untuk menjawab ketiga tujuan tersebut. Teori yang dipergunakan antara lain: (1) pragmatik, (2) interpretasi pragmatik, (3) tindak tutur dan tindak tutur direktif, (4) situasi tutur, (5) teori kesantunan berbahasa, (6) praanggapan, implikatur, dan inferensi, (7) wayang, (8) lakon Dewaruci, (9) dalang. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa CD rekaman pertunjukkan wayang lakon Dewaruci oleh dalang Ki Manteb Soedharsono serta wawancara terbuka dengan informan yaitu dalang Ki Manteb Soedharsono. Penelitian ini menggunakan jenis data lisan dan data tulis sebagai data utama yang di dalamnya terdapat tindak tutur direktif, serta data lisan dari hasil wawancara terbuka dengan informan sebagai data pendamping. Populasi penelitian mencakup keseluruhan wujud tuturan bahasa Jawa dalam rekaman pertunjukkan wayang lakon Dewaruci dengan dalang Ki Manteb Soedharsono. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat, serta teknik wawancara terbuka dengan informan yaitu dalang Ki Manteb Soedharsono. Analisis data dengan menggunakan metode kontekstual (contextual method), dan metode padan. Setelah dilakukan analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) bentuk tindak tutur direktif dalam pertunjukan wayang lakon Dewaruci ini ditemukan dua puluh dua macam yaitu tindak tutur menyuruh, menasihati, meminta izin, menguji, meminta restu, mengingatkan, memaksa, merayu, menantang, menyarankan, memohon, memperingatkan, menganjurkan, mengharap, mengajak, menyela/interupsi, menegur, memarahi, menagih janji, mempersilakan, menginterogasi, melarang. (2) Fungsi dan makna tuturan tersebut dapat diketahui setelah tuturan itu digunakan dalam konteks pemakaian tuturan dalam peristiwa tutur. Ditemukan dua puluh dua fungsi dan makna yang digunakan dalam pertunjukan wayang lakon Dewaruci yaitu tindak tutur menyuruh, menasihati, meminta izin, menguji, meminta restu, mengingatkan, memaksa, merayu, menantang, menyarankan, memohon, memperingatkan, menganjurkan, mengharap, mengajak, menyela/interupsi, menegur, memarahi, menagih janji, mempersilakan, menginterogasi, melarang. Setiap tindak tutur menghasilkan efek dari mitra tutur yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh adanya tiga macam tindak tutur yaitu tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang terdapat dalam masingmasing tuturan. (3) Faktor yang menentukan sebuah jenis tindak tutur sangat dipengaruhi oleh faktor penutur/mitra tutur, isi tuturan, tujuan pertuturan, situasi, status sosial, jarak sosial, dan intonasi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics
    L Education > L Education (General)
    N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: Users 837 not found.
    Date Deposited: 12 Jul 2013 00:05
    Last Modified: 12 Jul 2013 00:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2171

    Actions (login required)

    View Item