EVALUASI KINERJA SIMPANG TIGA POPONGAN TEGALGONDO KABUPATEN KLATEN

F, ABDULLAH ISHAQ (2015) EVALUASI KINERJA SIMPANG TIGA POPONGAN TEGALGONDO KABUPATEN KLATEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (359Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK ABDULLAH ISHAQ FATHONI, 2015, “ EVALUASI KINERJA PADA SIMPANG TIGA POPONGAN TEGALGONDO KABUPATEN KLATEN” Jalur arteri Solo-Jogja merupan jalur yang menghubngkan wilayah Surakarta dengan wilayah Jogjakarta. Jalur yang dilewati oleh kendaraan kendaraan berkecepatan tinggi ini melewati banyak persimpangan, baik sudah bersinyal maupun belum bersinyal. Salah satu persimpangan itu adalah simpang tiga Popongan Tegalgondo yang belum bersinyal. Masalah utamanya adalah keamanan arus keluar-masuk jalur minor yang berkonflik dengan kecepatan jalur mayor pada jam puncak. Dengan memperhatikan kondisi geometri jalan, volume arus lalulintas, hambatan samping dan lingkungan simpang yang merupakan daerah komersil, maka dicoba untuk mengatasi dengan manajemen simpang dengan menggunakan manajemen simpang tak bersinyal dan simpang bersinyal. Cara penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survey di lapangan untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder yang kemudian akan diolah dengan menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan program Microsoft Excel 2007 untuk mengolah data lalulintas. Untuk simpang tak bersinyal menggunakan USIG-1 dan USIG-2, sedangkan simpang bersinyal menggunakan KAJI (MKJI 1997). Dari hasil analisis diketahui bahwa simpang Tegalgondo-Janti memiliki nilai Derajat Kejenuhan (DS) = 0,83 sesuai dengan perhitungan simpang tak bersinyal berdasarkan MKJI 1997. Oleh karena itu dilakukan alternatif dengan pemasangan lampu lalulintas disertai dengan pemisahan arus belok kanan pada pendekat utara yang menghasilkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,46 pada pendekat Utara dan 0,75 pada pendekat Selatan serta 0,45 pada pendekat Barat, sehingga pemasangan lampu lalulintas merupakan alternatif terbaik dalam memecahkan masalah keselamatan pada simpang Popongan Tegalgondo. Sehingga perubahan kategori simpang tak bersinyal menjadi simpang bersinyal ini membutuhkan dana sebesar Rp. 202.480.100,- dengan estimasi waktu pengerjaan selama 15 hari. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan umum, pekerjaan survey, pemasangan traffic light dan pekerjaan pelengkap. Kata-kata kunci : Simpang tak bersinyal, Simpang bersinyal, Derejat Kejenuhan, MKJI 1997.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 19 Nov 2015 15:21
    Last Modified: 19 Nov 2015 15:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21681

    Actions (login required)

    View Item