LARORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN ETHANOL GEL SEBAGAI BAHAN BAKAR PADAT ALTERNATIF

Mulyono, Mulyono and Suseno, Tri (2010) LARORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN ETHANOL GEL SEBAGAI BAHAN BAKAR PADAT ALTERNATIF. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (5Mb)

    Abstract

    Mulyono, Tri Suseno., 2010, Laporan Tugas Akhir “PEMBUATAN ETHANOL GEL SEBAGAI BAHAN BAKAR PADAT ALTERNATIF”, Program Studi Diploma III Teknik Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bahan bakar padat parafin selama ini telah banyak digunakan oleh tentara yang sedang bertugas di hutan, para pencinta alam, dan untuk keperluan pesta. Bentuknya yang ringkas sangat bermanfaat digunakan dalam kondisi darurat. Tetapi dalam penggunaannya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena parafin mempunyai beberapa kekurangan dan akibat buruk dalam penggunaannya. Parafin bersumber dari minyak bumi sehingga tidak terbaharukan, menimbulkan jelaga selama pembakaran serta menimbulkan emisi gas beracun. Etanol yang merupakan salah satu jenis bahan bakar berpeluang untuk dijadikan bahan bakar padat alternatif (ethanol gel), karena pada pembakaran tidak menimbulkan jelaga, tidak menimbulkan emisi gas beracun dan yang paling penting adalah sifatnya yang terbarukan. Fase padat diinginkan agar etanol tersebut tidak mudah tumpah dan lebih aman dalam penggunaannya. Tujuan Pembuatan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan ethanol gel yang dapat digunakan sebagai bahan bakar padat alternatif serta menentukan pengaruh kadar etanol, jumlah penambahan carbopol dan jumlah penambahan NaOH terhadap karakteristik ethanol gel yang dihasilkan. Proses pembuatan ethanol gel diawali dengan mengaduk etanol (kadar 70% dan 65%) sebanyak 100 ml dalam gelas beaker dengan kecepatan pengadukan sekitar 1000 rpm, sambil menambahkan carbopol secara perlahanlahan (0,6–1,8 gr). Setelah penambahan carbopol selesai, kemudian menutup gelas berisi campuran etanol dan carbopol tersebut dan melanjutkan pengadukan selama 45 menit. Langkah terakhir menambahkan NaOH 1 N sebanyak 1-2 ml hingga tebentuk ethanol gel. Berdasarkan hasil percobaan, pada penambahan NaOH 1N kurang dari 1ml campuran tidak bisa membentuk gel tetapi hanya mengental, sedangkan pada penambahan lebih dari 2 ml campuran akan rusak, mula-mula terbentuk gel kemudian mencair lagi. Dari hasil percobaan diketahui bahwa ethanol gel terbentuk dengan baik dan dapat terbakar dengan nyala yang stabil dan api berwarna biru. Perbedaan kadar etanol 70% dan 65% tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik gel yang dihasilkan. Dari hasil percobaan disimpulkan bahwa ethanol gel yang paling bagus terbentuk dan terbakar baik adalah etanol berkadar 70% sebanyak 100ml dengan jumlah carbopol 1,2 gr dan penambahan NaOH sebanyak 1 ml, dengan rata-rata jumlah panas pembakaran yang dipindahkan persatuan massa ethanol gel per satuan waktu sebesar 82,105 kalori/gr.menit. Sedangkan pada etanol berkadar 65% sebanyak dengan jumlah carbopol 1,2 gr dan penambahan NaOH 1N sebanyak 1ml, jumlah panas pembakaran yang dipindahkan sebesar 70,103 kalori/gr.menit. Sebagai pembanding pada percobaan pembakaran parafin jumlah panas yang dipindahkan sebesar 147,549 kalori/gr.menit.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 12 Jul 2013 00:04
    Last Modified: 12 Jul 2013 00:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2163

    Actions (login required)

    View Item